SuaraJawaTengah.id - Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) "Dieng Pandawa" Desa Dieng Kulon mengimbau wisatawan yang akan mengunjungi pergelaran Dieng Culture Festival (DCF) XIII agar mengantisipasi suhu dingin di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
"Bagi wisatawan yang belum pernah menginap di daerah bersuhu sangat dingin seperti Dieng, kami saran harus dalam kondisi sehat dan senantiasa mengonsumsi vitamin," kata Ketua Pokdarwis "Dieng Pandawa" Alif Faozi di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Selasa (23/8/2022).
Selain itu, kata dia, wisatawan yang belum pernah menginap di Dieng diimbau berpakaian dobel dan mengenakan jaket yang tebal.
Bahkan, pihaknya sangat menyarankan wisatawan untuk memakai jaket polar yang bagian dalamnya menggunakan bulu angsa.
"Kami juga imbau wisatawan berkunjung ke Dieng agar sering berkoordinasi dengan panitia. Kami sudah bekerja sama dengan BPBD, Dinas Kesehatan, PMI, dan sebagainya," kata Ketua Panitia DCF XIII itu.
Terkait dengan fenomena embun "upas" yang sering kali muncul di Dieng ketika suhu udara di bawah O derajat Celcius, Alif mengakui jika fenomena tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan meskipun tidak setiap saat muncul.
Akan tetapi ketika fenomena embun "upas" itu muncul, kata dia, wisatawan bisa menikmatinya di sekitar Kompleks Candi Arjuna, Lapangan Pandawa, dan sekitarnya.
Kendati demikian, dia mengaku was-was terhadap anomali cuaca yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
"Saya baru mengalami di Dieng ini pada bulan Agustus, tiga hari hujan," kata Alif.
Baca Juga: Sebulan 3 Kali, Embun Upas Kembali Muncul di Kawasan Dieng Akhir Juli Ini
Pergelaran DCF XIII bakal digelar di Kompleks Candi Arjuna, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara, 2-4 September 2022.
Kegiatan tahunan tersebut kembali digelar secara luring setelah dua tahun dilaksanakan secara hibrida dengan jumlah tamu yang hadir di lokasi kegiatan terbatas akibat adanya pandemi COVID-19.
Agenda wisata yang telah masuk Kharisma Event Nasional (KEN) 2022 itu akan menghadirkan acara unggulan berupa prosesi ruwatan anak berambut gimbal serta acara pendukung lainnya seperti pergelaran "QRIS Jazz di Atas Awan", penerbangan lampion, bincang budaya, dan sebagainya.
Khusus untuk ruwatan anak berambut gimbal yang biasanya digelar di penghujung kegiatan sebagai puncak acara, dalam DCF XIII akan dilaksanakan pada hari kedua (3/9).
Sebanyak 15 anak berambut gimbal yang akan mengikuti prosesi ruwatan, sedangkan untuk pemotongan rambut gimbalnya dilaksanakan di depan Candi Puntadewa. [ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Tragedi Gunung Slamet: Syafiq Ali Ditemukan Tewas Setelah 16 Hari Pencarian Dramatis
-
Sebelum Dipulangkan Syafiq Ali Pendaki Hilang di Gunung Slamet akan Diautopsi di Pemalang
-
9 Fakta Mengerikan di Balik Kerusuhan Iran: Ratusan Tewas, Ribuan Ditangkap, dan Ancaman Militer AS
-
Suzuki Karimun 2015 vs Kia Visto 2003: Pilih yang Lebih Worth It Dibeli?
-
Banjir Lumpuhkan SPBU Kudus, Pertamina Patra Niaga Sigap Alihkan Suplai BBM Demi Layanan Optimal