Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 27 Agustus 2022 | 17:26 WIB
Putri ketika sedang beraktivitas di rumah di Desa Pringamba 1, RT 2 RW 1, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara. (Suara.com/Citra Ningsih)

Sampai usia Putri menginjak 9 tahun. Tiba-tiba rambut gembel muncul sebesar satu jari. 

Tak menunggu lama, rambut yang lainnya menggumpal menjadi satu sampai seperti saat ini. 

"Jadi ketika muncul kecil itu, saya udah cemas, ‘masa iya mau gembel lagi’ wah beneran itu ,nggak nunggu lana rambut Putri langsung menggumpal jadi satu seperti sanggul," terangnya sambil menunjukkan rambut Putri. 

Sempat Minta Motor KLX atau Iphone Seharga 25 Juta

Baca Juga: Digelar Lagi, Sandiaga Uno Ajak Wisatawan Hadiri Dieng Culture Festival 2022

Sang ibu bercerita, Putri mendaftarkan sebagai peserta ruwat rambut gembel DCF 2022 atas tawaran pamannya. 

"Pamannya nawarin, mau nggak dicukur di Dieng. Tapi Putri harus nurut," kata Ani. 

Ungkapan pamannya tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, Putri sempat meminta motor KLX atau iphone seharga Rp 25 juta. 

"Dulu ya mintanya motor KLX, padahal kan perempuan. Terus saya minta jangan motor ya, minta yang lainnya. Terus dia nyebut minta HP. Tapi ternyata harga HP yang diminta seharga Rp25 juta. Aduh ini gimana ya, sampai akhirnya pamannya itu bilang, kalau mau cukur di Dieng ya mintanya jangan yang mahal-mahal. Akhirnya Putri nurut, katanya terserah saya beli HP apa tapi kameranya yang dua," paparnya. 

Ada Keturunan Dieng

Baca Juga: Tak Seperti Tahun Sebelumnya, Dieng Culture Festival 2022 Bakal Digelar Bulan September, Ini Alasannya

Meski orang tua asli Banjarnegara, namun jika berdasarkan keturunan, nenek Putri berasal dari Dieng.

Load More