SuaraJawaTengah.id - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banjarnegara menanggapi kasus pencabulan 7 santri yang dilakukan oleh oknum.
Kepala Kemenag Banjarnegara, Karsono mengatakan oknum ustaz yang melakukan aksi pencabulan terhadap 7 santri bukan bekerja di bawah wilayah Kemenag.
Meski di lokasi kejadian sudah berlangsung kegiatan belajar mengaji dan terdapat anak yang menginap, namun pihaknya menegaskan jika lokasi tersebut sampai saat ini belum ada ijin operasional sebagai pondok pesantren.
"Terduga oknum ustadz tersebut adalah bekerja di salah satu yayasan yang bergerak di bidang pendidikan, belum tercatat perijinan baik dari TPQ, Madrasah, Majelis taklimnya bahkan pondok pesantren. Sehingga oknum bukan bekerja di bawah wilayah kantor Kemenag,"tegasnya saat ditemui di kantornya, Kamis (1/9/2022).
Meski demikian, pihaknya menyatakan prihatin atas kasus pencabulan anak dibawah umur yang terjadi di Desa Banjarmangu, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara.
"Prihatin tentang pencabulan anak di Desa Banjarmangu, menurut saya ini adalah tindakan diluar batas, tidak dibenarkan dari sisi manapun,"ungkapnya.
Dengan adanya kejadian tersebut, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk selektif memilih tempat belajar. Masyarakat diharapkan menitipkan anaknya ke lembaga pendidikan yang sudah memiliki izin operasional.
"Dengan adanya kejadian seperti ini, masyarakat diharapkan menitipkan anaknya ke lembaga yang sudah memiliki izin operasional. Sehingga pembinaan dan pengawasan jelas,"ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya berencana akan melakukan pendataan lembaga dan yayasan yang bergerak di bidang pendidikan untuk segera mengurus izin.
Baca Juga: Sesalkan Peresmian Gedung ANNAS, Kemenag Kritiki Walikota Bandung
"Seni, kami akan mengumpulkan penyuluh agama islam untuk mendata lembaga atau yayasan pendidikan untuk didorong agar mengurus izin operasional, sehingga nanti betul betul terjamin masa depan anak-anak tersebut,"tandasnya.
Di Kabupaten Banjarnegara, sebanyak 97 pondok pesantren sudah berizin operasional.
"Yang sudah punya izin operasional 97 pesantren dan Kemenag sudah menjalin komunikasi dengan pengasuh pondok, agar menghasilkan kader yang baik, tidak radikal, menjaga santri dari pelecehan, pedofil dan pencabulan dan sebagainya,"kata dia.
Kepala Desa Banjarmangu, Nurul Hilal Eko Prayitno mengungkapkan hal yang sama, pihak yayasan yang diasuh tersangka pencabulan belum pernah mendapatkan informasi terkait izin.
"Selama saya menjabat, belum ada izin. Hanya setahu saya ada kegiatan mengaji dan anak-anak menginap di situ,"kata dia.
Kejadian aksi bejat oknum ustadz di Banjarnegara hingga kini masih menjadi sorotan. Pasalnya, oknum dikenal sebagai orang yang sopan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Fakta-Fakta Miris Erfan Soltani: Demonstran Iran yang Divonis Hukuman Mati
-
Suzuki Fronx vs Honda WR-V: Ini 9 Perbandingan Lengkap yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membeli
-
BRI Peduli Bangun Saluran Air di Desa Depok, Wujudkan Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan
-
7 Tempat Wisata di Purbalingga yang Pas Dikunjungi Saat Libur Panjang Isra Miraj 2026
-
BRI Slawi Perkuat Kepedulian Sosial dan Solidaritas Komunitas Lokal