Kondisi cat di Kampung Pelangi Semarang nampak pudar, tempat tersebut terlihat sepi tanpa dikunjunginya wisatawan, Kamis (01/09/22). [Suara.com/Aninda Putri]
"Kalau disuruh cat sendiri kami tidak mampu, kami hanya masyarakat kecil jadi tidak paham bagaimana tata cara agar kampung kami diperhatikan lagi oleh pemerintah. Padahal dulu jadi sorotan dunia tapi sekarang tidak ada yang mau mampir," paparnya.
Terpisah Sukijo (66) warga lainnya, juga menuturkan hal serupa, ia pun mengaku tidak ada lagi pengunjung ke kampung tersebut.
"Entah kenapa pemerintah tak mau mendukung tempat kami lagi, padahal tak jauh dari Kampung Pelangi pembangunan terus dilakukan. Misalnya di kawasan Bergota ada makam yang dijadikan wisata religi dengan bantuan pemerintah, namun tempat kami dibiarkan," imbuhnya.
Kontributor : Aninda Putri Kartika
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Semangat Mantri BRI Hadirkan Layanan hingga Pelosok Toraja
-
Hari Anak Nasional, SD di Temanggung Perangi Kecanduan Gadget Lewat Permainan Tradisional
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Siap War Tiket! Indomaret Fun Run 2026 Bakal Ramaikan Gaya Hidup Sehat Warga Semarang
-
Bupati Cilacap Nonaktif Segera Diadili Kasus Dugaan Korupsi THR