Kondisi cat di Kampung Pelangi Semarang nampak pudar, tempat tersebut terlihat sepi tanpa dikunjunginya wisatawan, Kamis (01/09/22). [Suara.com/Aninda Putri]
"Kalau disuruh cat sendiri kami tidak mampu, kami hanya masyarakat kecil jadi tidak paham bagaimana tata cara agar kampung kami diperhatikan lagi oleh pemerintah. Padahal dulu jadi sorotan dunia tapi sekarang tidak ada yang mau mampir," paparnya.
Terpisah Sukijo (66) warga lainnya, juga menuturkan hal serupa, ia pun mengaku tidak ada lagi pengunjung ke kampung tersebut.
"Entah kenapa pemerintah tak mau mendukung tempat kami lagi, padahal tak jauh dari Kampung Pelangi pembangunan terus dilakukan. Misalnya di kawasan Bergota ada makam yang dijadikan wisata religi dengan bantuan pemerintah, namun tempat kami dibiarkan," imbuhnya.
Kontributor : Aninda Putri Kartika
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Ahmad Luthfi Realokasi Rp200 Miliar untuk Percepat Perbaikan Jalan Rusak di Jateng
-
Krisis Ladang Tani hingga Demam AI Global Jadi Biang Kerok Inflasi Jawa Tengah Mei 2026
-
Di Ambang Putus Sekolah, Ribuan Anak Miskin Jateng Diselamatkan Program Sekolah Kemitraan
-
Tegas! Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Anggaran Diprioritaskan untuk Perbaiki Jalan Berlubang
-
Kejurnas Sprint Rally Dongkrak Pengembangan Sport Tourism Jawa Tengah