- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meluncurkan Program Sekolah Kemitraan untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi siswa keluarga kurang mampu.
- Program ini menyediakan fasilitas pendidikan di 139 SMA dan SMK swasta bagi 5.004 siswa yang terancam putus sekolah.
- Inisiatif tersebut berhasil meringankan beban ekonomi orang tua sekaligus menjamin keberlanjutan pendidikan anak demi meraih masa depan.
SuaraJawaTengah.id - Masa depan Ayu Prameswari sempat terasa buntu saat menamatkan pendidikan di bangku SMP. Putri seorang buruh serabutan itu nyaris mengubur impiannya untuk melanjutkan sekolah karena keterbatasan ekonomi keluarga.
Di tengah biaya pendidikan yang kerap menjadi beban bagi keluarga kurang mampu, ancaman putus sekolah membayangi langkahnya menuju jenjang SMA.
"Ekonomi seperti ini (kurang), bisa jadi putus sekolah karena tidak bisa membayar uang (biaya sekolah) langsung, segitu banyaknya," ungkap Ayu di SMA Mardisiswa Banyumanik, Kota Semarang, baru-baru ini.
Kondisi serupa tidak hanya dialami Ayu. Banyak anak dari keluarga prasejahtera di Jawa Tengah menghadapi dilema yang sama setiap tahun ajaran baru. Ketika biaya pendidikan tidak mampu dijangkau, sekolah kerap menjadi impian yang harus dikorbankan demi kondisi ekonomi keluarga.
Namun, harapan Ayu kembali terbuka setelah dirinya diterima melalui Program Sekolah Kemitraan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Program yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen itu memberikan kesempatan bagi siswa dari keluarga kurang mampu untuk bersekolah di SMA maupun SMK swasta secara gratis.
Melalui program tersebut, Ayu tidak lagi dibebani biaya SPP, uang gedung, maupun sejumlah kebutuhan pendidikan lainnya.
"Orang tua sangat senang karena biaya sekolah kan besar. Saya juga sangat terbantu," katanya.
Kisah serupa dialami Keyla Sabrina, siswi SMA Mardisiswa lainnya. Bagi Keyla, sekolah gratis bukan hanya soal keringanan biaya, melainkan kesempatan untuk mempertahankan masa depannya.
Baca Juga: Musim Kemarau Sudah Dekat, BMKG Beri Peringatan Hujan Masih akan Mengguyur Wilayah Jateng
"Kalau tidak ada Sekolah Kemitraan, mungkin putus sekolah dulu," ujarnya.
Kini Keyla dapat melanjutkan pendidikan dengan lebih tenang. Beban ekonomi keluarga berkurang, sementara cita-citanya untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi tetap terjaga.
"Senang banget karena bisa melanjutkan masa depan yang lebih baik," katanya.
Kepala SMA Mardisiswa Banyumanik, Marwulandari Sayekti, mengatakan program tersebut memberikan dampak nyata bagi siswa yang sebelumnya mengalami kesulitan mengakses pendidikan.
"SPP gratis, uang gedung gratis, buku, juga bisa kami bantu dari dana program. Ini benar-benar membantu anak-anak yang sebelumnya kesulitan mengakses pendidikan," ujarnya.
Menurut Marwulandari, banyak siswa yang sebenarnya memiliki kemampuan akademik dan semangat belajar tinggi, tetapi terkendala kondisi ekonomi keluarga. Program Sekolah Kemitraan menjadi jalan agar mereka tetap dapat melanjutkan pendidikan.
Gambaran yang sama terlihat di SMA Laboratorium Universitas PGRI Semarang (UPGRIS). Vanesha Angelina, putri seorang buruh, mengaku keluarganya sangat terbantu dengan adanya program tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
Terkini
-
Di Ambang Putus Sekolah, Ribuan Anak Miskin Jateng Diselamatkan Program Sekolah Kemitraan
-
Tegas! Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Anggaran Diprioritaskan untuk Perbaiki Jalan Berlubang
-
Kejurnas Sprint Rally Dongkrak Pengembangan Sport Tourism Jawa Tengah
-
Tumbuhkan Kesadaran Ekologis, Taj Yasin Ajak Ratusan Santri Tanam Mangrove di Rembang
-
Stafsus Menag Hubungi Ahmadiyah, Dalami Pembubaran Paksa Kemah di Karanganyar