- Provinsi Jawa Tengah mencatatkan inflasi sebesar 0,23% pada Mei 2026, angka tersebut masih berada dalam koridor sasaran pemerintah.
- Kenaikan inflasi dipicu krisis komoditas hortikultura, lonjakan harga komponen telepon seluler global, serta penyesuaian tarif gas LPG non-subsidi.
- Pemerintah daerah melalui Forum TPID berkoordinasi melakukan intervensi pasar guna menjaga stabilitas pasokan dan distribusi barang di Jawa Tengah.
SuaraJawaTengah.id - Isi dompet dan belanjaan warga Jawa Tengah mulai mengalami tekanan pada periode Mei 2026. Setelah sempat menikmati penurunan harga (deflasi) tipis pada bulan sebelumnya, Provinsi Jawa Tengah kini resmi mencatatkan inflasi sebesar 0,23% secara bulanan (month-to-month/mtm).
Meskipun grafik merangkak naik, angka ini sebenarnya masih berada di dalam koridor aman target sasaran pemerintah, yaitu 2,5±1%, bahkan lebih rendah dari rata-rata inflasi nasional yang menyentuh 0,28%.
Plh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Anggis Rakhmi, menjelaskan bahwa pergerakan angka ini merupakan dinamika wajar yang terus dipantau ketat.
"Secara bulanan, Provinsi Jawa Tengah pada Mei 2026 mengalami inflasi sebesar 0,23% (mtm) setelah pada bulan sebelumnya deflasi sebesar 0,03% (mtm). Inflasi Jawa Tengah pada Mei 2026 lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 0,28% (mtm)," jelas Anggis Rakhmi dalam keterangan resminya di Semarang dikutip pada Senin (8/6/2026).
Namun, di balik angka yang terkendali tersebut, Bank Indonesia membeberkan tiga kelompok masalah unik—mulai dari krisis ladang tani lokal hingga efek tren teknologi global—yang menjadi aktor utama penarik pasokan uang warga:
1. Krisis Hortikultura: Amukan Cuaca di Temanggung, Demak, dan Pati
Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,07%. Dapur warga bergegolak akibat lonjakan harga trio komoditas utama: cabai merah, bawang merah, dan cabai rawit.
Anggis Rakhmi menyebutkan bahwa kelangkaan barang di pasar dipicu oleh runtuhnya produktivitas di sejumlah daerah penyangga utama akibat cuaca ekstrem dan hama.
"Komoditas penyumbang inflasi pada kelompok tersebut antara lain cabai merah, bawang merah, dan cabai rawit seiring dengan penurunan produktivitas akibat perubahan cuaca ekstrim, serangan organisme pengganggu tumbuhan, dan kekeringan yang terjadi di sejumlah sentra produksi seperti Temanggung untuk cabai, serta Pati dan Demak untuk bawang merah. Selain itu, terjadi peningkatan permintaan menjelang HBKN Idul Adha dan musim hajatan," urai Anggis.
Baca Juga: Polisi Bubarkan Perkemahan Pemuda Ahmadiyah, Jubir JAI: Itu Cuma Camping Anak-Anak dan Olahraga
Situasi kelompok pangan ini kian berat karena minyak goreng ikut naik imbas keterbatasan pasokan serta lonjakan biaya produksi pada komponen pendukung seperti plastik kemasan.
Beruntung, pembengkakan harga makanan ini sedikit tertahan oleh jatuhnya harga daging dan telur ayam ras karena stok yang melimpah di tingkat peternak.
2. Demam AI Global Seret Harga Handphone Warga Jateng
Hal yang paling mengejutkan, inflasi Jateng juga dipicu oleh Kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan (andil 0,06%). Komoditas telepon seluler (HP) di pasar lokal Jawa Tengah merangkak naik akibat dampak tidak langsung dari revolusi teknologi di tingkat global.
"Komoditas telepon seluler kembali mengalami inflasi seiring dengan kenaikan harga komponen elektronik seperti chipset dan memory akibat keterbatasan pasokan yang dipengaruhi oleh peningkatan permintaan untuk kebutuhan industri kecerdasan buatan (artificial intelligence)," ungkap Anggis.
3. Efek Domino Gas LPG Non-Subsidi
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Atasi Limbah Rumah Tangga, Pemprov Jateng Diganjar Rekor MURI Pengumpulan Minyak Jelantah Terbanyak
-
14 Tahun Mengabdi, Mantri BRI Wisnu Dampingi UMKM dari Kesulitan Modal hingga Naik Kelas
-
Kisah Darwati, Agen BRILink yang Dekatkan Layanan Perbankan hingga Pelosok Kabupaten Semarang
-
Legislator Sebut Andrea Bocelli Bantu Perluas Promosi Budaya Indonesia
-
Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri