SuaraJawaTengah.id - Pakar pendidikan, Ki Darmaningtyas mengkritik cara kerja Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim.
Menurut penilaiannya, Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan yang paling buruk sepanjang masa.
Hal itu lantaran sikap Nadiem Makarim yang terkesan tertutup saat mengeluarkan suatu kebijakan yang sering menimbulkan kontroversi.
"Saat ini kita memiliki menteri pendidikan yang terburuk sepanjang massa. Sebab tata kelolanya yang tertutup, banyak melakukan klarifikasi kebijakan kan," kata Ki Darmaningtyas dikutip dari akun TikTok @afuncensored.
Ki Darmaningtyas kemudian membeberkan salah satu kebijakan Nadiem Makarim yang disoroti publik.
"Pertama dulu rame-rame soal organisasi penggerak. Oh ini prosesnya benar riil kok, dulu sampoerna sama tanoto itu masuk. Tapi ketika diprotes rame-rame, kemudian diklarifikasi mereka akan menggunakan dananya sendiri," ungkapnya.
Ia pun heran setiap kebijakan yang hendak dikeluarkan. Nadiem Makariem tidak pernah melibatkan pihak-pihak luar.
"Karena kebijakannya itu tidak pernah dishare kepada orang-orang yang tahu, terus dimintai pendapat. Sejauh ini saya dan teman-teman saya tidak pernah dimintai pendapat," lanjutnya.
Kekinian, kebijakan baru Nadiem Makariem mengenai Rancangan Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) tengah disorot.
Baca Juga: Buka Paparan Rapat Bareng DPR, Menteri Nadiem Makarim Sampaikan Dirinya Positif Covid-19
Banyak kalangan menilai RUU Sisdiknas merugikan guru hingga dosen lantaran terdapat penghapusan tunjangan profesi guru.
Kendati demikian, Nadiem Makariem justru menilai RUU Sisdiknas sangat berdampak positif bagi kesejahteraan para guru.
Nadiem mengatakan, kebijakan untuk memberikan penghasilan layak bagi semua guru, merupakan upaya pemerintah menjawab keluhan para guru selama ini.
“Belum pernah ada rancangan Undang-Undang yang benar-benar punya dampak lebih holistik dan terintegrasi terhadap peningkatan kesejahteraan guru. Mungkin RUU Sisdiknas akan menjadi kebijakan yang paling berdampak positif kepada kesejahteraan guru,” papar Nadiem dalam keterangannya, Rabu (31/8/2022).
Nadiem menegaskan kebijakan itu selaras dengan rekam jejak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk selalu memprioritaskan guru.
"Jadi, rekam jejak Kemendikbudristek selama tiga tahun terakhir sangat jelas, hanya satu arat yaitu untuk kesejahteraan guru yang semakin meningkat dan kami selalu ada untuk guru,” tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Fakta Baru Kecurangan UTBK di Undip, Polisi Sebut Peserta Diduga Jadi Korban Penipuan
-
Pelindo Terminal Peti Kemas Tunjukkan Kinerja Positif di Tengah Gejolak Global
-
Tragedi Kecelakaan Maut di Jogja: Pemotor Tak Berhelm Tabrak Nenek 80 Tahun hingga Tewas
-
Peserta UTBK Undip Berdalih Tak Paham Alat Dengar di Telinga, Polisi Beri Pembinaan
-
Ngeri! 5 Fakta Remaja Dibakar Paman di Semarang, Pemicunya Cuma Perkara Mandi