SuaraJawaTengah.id - Nusantara United FC menganggap pertandingan melawan PSIM Yogyakarta pada Senin (5/9/2022), sebagai pertarungan hidup atau mati. Pasukan Macan Dahan Borneo sejauh ini bermain kurang ngotot.
Nusantara United kehilangan kesempatan meraih point penuh di kandang sendiri, setelah kalah dari tim tamu Persipa Pati dengan skor 1-2. Kekalahan itu menorehkan catatan buruk bagi Nusantara United pada pertandingan pekan pertama Liga 2 musim 2022/2023.
"Untuk besok sore kami dari Nusantara United sudah siap tempur kembali. Sebelumnya kita sudah kehilangan point. Sehingga besok (pertandingan) hidup-mati bagi kami," kata Slamet Riadi saat prematch Nusantara United-PSIM Yogyakarta, Minggu (4/9/2022).
Layaknya pertandingan hidup atau mati, Slamet Riadi menyiapkan anak didiknya untuk bermain total dan maksimal. "Kita ibaratkan seperti perang. Kalau tidak lawan yang mati, ya kita yang mati. Prinsip saya begitu."
Slamet Riadi menilai kekalahan timnya dari Persipa Pati mayoritas disebabkan para pemain yang kalah duel memperebutkan bola. Menghadapi PSIM Yogyakarta, latihan difokuskan pada teknik dan mental pemain untuk berani duel satu lawan satu.
"Kita melatih duel satu lawan satu. Kita tidak boleh kalah. Ini terutama (mental pemain), karena kemarin duel satu lawan satu terlihat sekali kita banyak kalahnya dari lawan," ujar Slamet Riadi.
Slamet Riadi mengakui kekalahan dari Persipa Pati sempat mempengaruhi mental bermain anak didiknya. Mental pemain sempat anjlok karena langsung dikalahkan tim tamu pada pertandingan perdana.
Latihan Nusantara United untuk menghadapi PSIM, juga difokuskan pada kerjasama tim membangun serangan hingga penyelesaian. "Hasil evaluasi, finishing kita masih lemah. Latihan tadi pagi kita banyak (melatih) finishing."
Pada pertandingan melawan PSIM Yogyakarta besok, Nusantara United kemungkinan besar bermain tanpa striker pinjaman dari Persis Solo, Ilham Fathoni. Pemain bernomor punggung 97 itu masih sakit setelah sempat cedere pada laga sebelumnya.
Sebagai gantinya, Nusantara United FC akan menurunkan pemain naturalisasi asal Jerman, Kevin Joshua Scheunemann. Namun pelatih Slamet Riadi masih merahasiakan pada posisi apa Kevin akan ditempatkan.
"Untuk Kevin kemungkinan besar besok peran dia lebih besar. Tapi dimana kita akan posisikan dia, itu yang masih kita rahasiakan. Kemungkinan besar besok dia (Kevin) bisa menjadi starter," ujar Slamet Riadi.
Ulang Tahun PSIM Yogyakarta
Semangat Nusantara United FC untuk meraih point penuh di Stadion Moch Soebroto, dipastikan mendapat tantangan dari para pemain PSIM Yogyakarta. Tim "Laskar Mataram" termotivasi meraih kemenangan karena besok bertepatan dengan hari ulang tahun PSIM.
"Kebetulan besok hari ulang tahun PSIM. Target 3 point dari kami sebagai hadiah ulang tahun PSIM Yogyakarta. Saya bilang kepada para pemain untuk mendapat motivasi lebih," kata pelatih PSIM, Imran Nahumarury.
Imran mengaku telah menyiapkan sejumlah taktik untuk menghadapi Nusantara United. Modal pernah menghadapi Nusantara pada pertandingan uji coba akan digunakan sebagai bahan menyusun strategi bertanding.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
Terkini
-
Ngeri! 5 Fakta Remaja Dibakar Paman di Semarang, Pemicunya Cuma Perkara Mandi
-
Rayakan Hari Kartini, BRI Gelar Srikandi Pertiwi untuk Perempuan Lebih Berdaya
-
3 Fakta Aksi Curang UTBK di Undip: Tanam Logam di Telinga Berakhir di Kantor Polisi
-
Kronologi Aksi curang peserta UTBK di Undip, Ketahuan Metal Detector!
-
Biadab! Cuma Gara-gara Ogah Mandi, Paman di Semarang Nekat Bakar Keponakan Pakai Bensin