SuaraJawaTengah.id - Bantuan sosial (bansos) BBM mulai disalurkan di Kota Tegal, Kamis (8/9/2022). Ratusan warga rela mengantre demi mendapatkan bantuan sebesar Rp300 ribu itu.
Pembagian antara lain dilakukan di Kantor Kelurahan Mangkukusuman, Kecamatan Tegal Timur. Pembagian mulai dilakukan sejak pukul 08.00 WIB, namun warga sudah mulai antre sejak satu jam sebelumnya.
Terdapat ratusan warga yang masuk dalam daftar penerima bantuan di kelurahan tersebut. Mayoritas dari mereka adalah para ibu-ibu. Selain ibu-ibu, terdapat juga sejumlah lansia.
"Saya datang jam 07.30 WIB sudah banyak yang antre," kata Puji Indriani (37), salah satu warga penerima.
Puji mengungkapkan, bansos BBM yang diterima sebanyak Rp300 ribu. Selain bansos BBM, dia juga menerima Bantuan Pangan Non Tunia (BPNT) sebesar Rp200 ribu.
"Bantuan BBM Rp300 ribu itu untuk dua bulan. September dan Oktober. Jadi satu bulan Rp150 ribu," ungkapnya.
Menurut Puji, selain menunjukkan undangan untuk datang ke kantor kelurahan, penerima harus menunjukkan KTP dan sudah divaksin booster sebelum menerima bantuan.
"Undangannya dari RT. Saya juga terdaftar program PKH, jadi datanya mungkin sudah ada," ucapnya.
Puji mengaku akan mengunakan bantuan yang diterima untuk keperluan sehari-hari, seperti membeli sembako, membayar tagihan listrik, dan biaya sekolah dua anaknya.
Baca Juga: Warga Sekadau Kesulitan Dapat BBM Subsidi: Di Lapangan Sudah Bergejolak
"Bantuan ini sangat membantu karena harga beras, telur naik semua. Selain itu buat anak sekolah, dan buat tambah-tambah beli bensin. Saya juga punya balita. Cukup nggak cukup, dicukupin, bersyukur saja," ujarnya.
Menurut dia, kenaikan harga BBM sangat berdampak pada pengeluaran sehari-hari. Sebab dia sehari-hari mesti menggunakan sepeda motor untuk antar jemput anak.
"Biasanya beli bensin Rp10 ribu untuk seminggu, ini karena harganya naik, beli Rp15 ribu belum sampai seminggu sudah habis. Antrenya juga lama dan kadang stoknya habis. Sebenarnya kalau harga naik silakan, tapi jangan langka," ujarnya.
Warga penerima lainnya, Eva (53) mengatakan, besaran bansos Rp150 ribu per bulan sebenarnya tidak cukup sebagai kompensasi kenaikan harga BBM.
"Sebenarnya ya tidak cukup. Sehari saja kalau diirit-irit, beli BBM untuk aktivitas butuhnya satu liter. Kalau satu bulan Rp300 ribu. Belum untuk kebutuhan lainnya, seperti sembako yang ikut naik harganya," ujarnya.
Sementara itu, salah seorang staf Kelurahan Mangkukusuman, Ratna Utami menyebut jumlah penerima bansos BBM di kelurahannya sebanyak 267 orang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Wali Kota Solo Tegaskan Tak Toleransi Miras Ilegal, Empat Outlet Ditutup
-
Sinergi Fiskal dan Perbankan Diperkuat, BRI Siap Dorong Pembiayaan Sektor Produktif
-
Dana Transfer ke Daerah Dipangkas, Gus Yasin Pastikan Gaji ASN Jateng Tidak Terkendala
-
Semen Gresik Raih TOP BRAND AWARDS 2026, Bukti Tetap Menjadi Pilihan Masyarakat Indonesia
-
Smartfren Luncurkan Unlimited 5G di Semarang, Perkuat Jaringan Digital di Jawa Tengah