SuaraJawaTengah.id - Meski belum bisa meraih tiga poin penuh dalam tiga pertandingan terakhir, setidaknya permainan PSCS Cilacap menunjukkan performa ke arah positif.
Hal itu terbukti saat tim berjulu Laskar Hiu Selatan melakoni lawatan tandang pertama ke markas PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung Bantul, Minggu (11/9/2022).
Skema serangan melalui bola-bola pendek, sudah melalui diterapkan. Sejak peluit babak pertama dibunyikan oleh wasit Rihul Munandar, PSCS beberapa kali mengancam gawang yang dikawal Sendri Johansyah melalui skema open play.
Penyerang PSCS bernomor punggung 9 Muhammad Irman sempat melepas tendangan ke arah gawang pada sepuluh menit babak pertama, hanya saja belum bisa memecah kebuntuan.
Petaka justru didapat PSCS Cilacap pada menit 21. Lagi-lagi kemelut didepan gawang menjadi satu titik kelemahan yang tidak bisa diantisipasi penjaga gawang Annas Fitranto. Pemain PSIM Yogyakarta, Syarif Wijianto berhasil mengubah skor pertandingan menjadi 1-0.
Skor tersebut bertahan hingga peluit babak pertama dibunyikan. Memasuki 45 menit babak kedua, PSIM Yogyakarta hanya mencoba untuk menguasai bola dengan tempo yang melambat. Kondisi tersebut dimanfaatkan PSCS Cilacap untuk bermain pressing dan agresif.
Beberapa kali peluang tercipta, setelah dimasukkannya Riza Rizki dan Ramdani Tawainella menggantikan Supriyadi dan Muhammad Irman di menit ke 61. Mereka berhasil mengubah tempo permainan menjadi lebih cepat.
Menit 88 peluang emas Riza Rizki melalui tendangan dari kotak luar penalti setelah menggocek dua pemain sempat membuat debar 12.500 suporter PSIM Yogyakarta. Hanya saja tendangannya berhasil ditepis Sendri Johansyah.
Gol yang ditunggu-tunggu tim tamu berhasil diciptakan dari tendangan first time Mudasir atau Acil pada menit 89 setelah memanfaatkan bola mutah sundulan Tri Rahmad Priadi. Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Baca Juga: Hasil Liga 2: Kalahkan Persiba Balikpapan, Putra Delta Sidoarjo Kembali ke Papan Atas
Pelatih PSCS Cilacap, Hendri Susilo mengaku bersyukur dengan capaian anak asuhannya yang berhasil membawa pulang poin dari kandang PSIM Yogyakarta. Target untuk bisa mengimbangi tim tuan rumah berhasil dilakukan. Terlebih bermain di hadapan 12.500 suporter Laskar Mataram.
"Alhamdulillah, saya bersyukur sekali dengan apa yang sudah diraih. Karena ini di kandang lawan. Membawa pulang dengan mendapat poin tentu saja sangat disyukuri," katanya usai pertandingan, Minggu (11/9/2022) malam.
Ada beberapa kunci yang membuat berbeda jalannya pertandingan. Ia mengaku 'berjudi' dengan merombak skema serangan pada babak kedua.
"Pada babak kedua, terus terang saja saya 'berjudi' mengganti pemain. Mau berapapun ke gol an, yang namanya kalah ya kalah. Mau satu atau dua gol tetap saja kalah. Jadi saya paksakan anak-anak untuk lebih agresif dan alhamdulillah menghasilkan," terangnya.
Komunikasi dan chemistry menurutnya menjadi kunci pada pertandingan tadi malam. Pada dua pertandingan sebelumnya, hal ini yang belum nampak pada pemain karena memang tim yang baru dibentuk dalam kurun waktu dua bulan.
"Anak-anak kemarin setelah lawan Pati tidak saya liburkan sama sekali. Bahkan setiap harinya saya paksakan untuk latihan selama 2 jam. Tentunya ini menjadi evaluasi yang bagus. Artinya tim ini sudah progres, hanya perlu kesabaran untuk membentuknya. Semoga di pertandingan berikutnya bisa tampil lebih baik lagi," jelas mantan pelatih Persiraja Banda Aceh tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Deretan Kontroversi Kebijakan Bupati Pati Sudewo Sebelum Berakhir di Tangan KPK
-
OTT KPK di Pati: 6 Fakta Dugaan Jual Beli Jabatan yang Sudah Lama Dibisikkan Warga
-
7 Kontroversi Bupati Pati Sudewo Sebelum Kena OTT KPK, Pernah Picu Amarah Warga
-
Bupati Pati Sudewo Diciduk KPK! Operasi Senyap di Jawa Tengah Seret Orang Nomor Satu
-
Uji Coba Persiapan Kompetisi EPA, Kendal Tornado FC Youth Kalahkan FC Bekasi City