SuaraJawaTengah.id - Kuda lumping merupakan salah satu kesenian yang berasal dari tanah Jawa. Kesenian yang terdiri dari 4 fragmen tarian ini merupakan salah satu kesenian yang cukup unik di Indonesia.
Meski pada umumnya hanya menampilkan adegan prajurit berkuda, namun dalam beberapa penampilan, kuda lumping juga menyuguhkan sejumlah atraksi bernuansa magis.
Berbagai upaya terus dilakukan agar seni ini tidak punah ditelan zaman yang serba modern. Salah satunya, seperti yang dilakukan jaringan relawan Desa untuk Ganjar (Des Ganjar) di Dusun Mendut, Desa Ngrapah, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Sabtu (17/9/2022).
Bertajuk 'Pentas Seni Kuda Kepang Se-Kabupaten Semarang Bersama Des Ganjar', sedikitnya 9 sanggar kesenian kuda lumping di berbagai wilayah di Semarang terlibat memeriahkan acara ini. Antusiasme warga luar biasa. Setidaknya ada sekitar 500 orang dari berbagai kalangan usia tumpah ruah menyaksikan acara tersebut.
Koordinator lapangan Des Ganjar untuk pentas ini, Teguh Wahono mengatakan, pentas seni kuda lumping ini merupakan upaya Des Ganjar menjalankan amanah dari Ganjar Pranowo yang ingin warganya lebih peduli pada kesenian Tradisional.
"Kami menampilkan kesenian kuda lumping agar kesenian ini tidak terlupakan. Kuda lumping memberikan contoh keberanian seperti pasukan-pasukan tentara berkuda. Jadi di sini, kami menargetkan untuk membantu Pak Ganjar melestarikan seni dan kebudayaan di Jawa Tengah," ujar Teguh.
Selain menggelar pentas seni, dalam kesempatan tersebut, ratusan relawan Des Ganjar juga melaksanakan deklarasi dukungan terhadap Ganjar Pranowo untuk menjadi presiden RI 2024.
Kedekatan mereka pada pria nomor satu di Jawa Tengah tersebut membuat mereka yakin bahwa Ganjar adalah sosok mumpuni untuk memimpin Indonesia.
"Ganjar adalah pemimpin yang selalu mendukung dan membantu berbagai kegiatan kesenian. Tujuannya satu, agar kebudayaan tersebut tetap lestari. Bahkan Bapak Ganjar juga berpesan kepada rakyatnya, agar kesenian dan kebudayaan ini tidak hanya dilestarikan, tapi juga dikembangkan," kata Teguh.
Baca Juga: Heboh Duet Ganjar Pranowo dan Jokowi Berpasangan di Pilpres 2024, Begini Faktanya
Sementara itu, salah satu kepala desa di Semarang yang juga merupakan relawan Des Ganjar, Heru mengatakan dirinya amat mengapresiasi digelarnya pentas kesenian kuda lumping yang diinisiasi oleh para relawan Des Ganjar ini.
Heru menyebut, para relawan Des Ganjar akan terus terlibat aktif dalam upaya pelestarian kesenian tradisional di Indonesia.
"Acara ini keren, karena kuda lumping adalah kesenian yang mengangkat budaya Jawa dan sangat disukai masyarakat. Acara kali ini juga menjawab kehausan masyarakat setelah lamanya tidak ada acara seperti ini," ucap Heru.
Heru mengaku, dirinya beberapa kali bertemu dan berhubungan langsung dengan Ganjar. Dalam pertemuannya tersebut, Ganjar, disebut Heru, adalah pemimpin yang tidak membeda-bedakan orang.
"Bahkan kalau ada yang wa (kirim pesan Whatsapp) ke dia. Pasti langsung balas. Beliau adalah pemimpin yang tidak bersekat, dan sangat peduli pada masyarakat desa. Pada saat pandemi misalnya, beliau selalu memudahkan regulasi dana desa, sehingga desa bisa tetap hidup," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kota Jogja Siapkan Rp40 Miliar Angkut Sampah ke PSEL, Bantul Pastikan Warga Sekitar Tak Direlokasi
-
Sleman Siaga Karhutla, Lereng dan Hutan Gunung Merapi Jadi Perhatian
-
Sekolah Kemitraan dan Mobilitas Sosial: Pendekatan Collaborative Governance
-
Ekspor Industri Jateng Melejit 41 Persen, Konsumsi Rumah Tangga Justru Melambat
-
Sampah Bukan Cuma Urusan Pemerintah, Ahmad Luthfi Soroti Mentalitas Warga