- Kebakaran melanda ratusan kios di Blok F Pasar Kanjengan, Semarang, pada Rabu, 29 April 2026, pukul 23.00 WIB.
- Insiden tersebut menghanguskan sekitar 200 tempat usaha dan menyebabkan kerugian ekonomi yang besar bagi para pedagang lokal.
- Tim pemadam kebakaran berhasil melokalisir api sehingga mencegah kebakaran merembet ke kawasan pertokoan padat di sekitar lokasi.
SuaraJawaTengah.id - Ketenangan malam di kawasan pusat perdagangan Kota Semarang mendadak berubah menjadi kepanikan. Siago merah mengamuk di kompleks Pasar Kanjengan, yang berlokasi strategis di belakang kawasan cagar budaya Pasar Johar, Semarang, Jawa Tengah.
Kebakaran hebat yang terjadi pada Rabu (29/4/2026) menjelang tengah malam ini menghanguskan ratusan tempat usaha milik pedagang.
Insiden ini menjadi pukulan telak bagi perekonomian lokal, mengingat Pasar Kanjengan merupakan salah satu simpul penting aktivitas perdagangan di Kota Lumpia. Api dengan cepat membesar dan melahap bangunan semi-permanen serta barang dagangan yang mudah terbakar di dalamnya.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol. Heri Wahyudi, yang meninjau langsung lokasi kejadian pada Kamis dini hari, mengonfirmasi waktu awal mula kejadian nahas
tersebut.
"Laporan awal kebakaran terjadi pada Rabu (29/4) sekitar pukul 23.00 WIB," ungkap Heri Wahyudi di lokasi kejadian di Semarang.
Berdasarkan pendataan awal di lapangan, tingkat kerusakan yang ditimbulkan tergolong masif. Heri menyebutkan bahwa ratusan pedagang kehilangan tempat
berjualan mereka dalam sekejap.
"Perkiraan sekitar 200 kios terbakar," katanya memberikan estimasi dampak kerusakan fisik. Angka ini mengindikasikan kerugian ekonomi yang sangat besar yang harus ditanggung oleh para pedagang kecil dan menengah yang menggantungkan hidupnya di pasar tersebut.
Fokus kebakaran diketahui berada di Blok F Pasar Kanjengan. Lokasi ini terbilang sangat rawan karena berhimpitan langsung dengan kompleks pertokoan padat di
sekitar wilayah Kauman, yang dikenal sebagai kawasan bisnis tekstil dan perlengkapan ibadah. Kekhawatiran sempat memuncak jika api merembet ke bangunan-bangunan permanen di sekitarnya.
Terkait pemicu amukan si jago merah, pihak kepolisian belum berani mengambil kesimpulan dini. Tim Inafis Polrestabes Semarang dijadwalkan akan melakukan olah
tempat kejadian perkara (TKP) setelah kondisi benar-benar aman dan dingin.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca di Semarang Senin Ini: BMKG Ingatkan Potensi Hujan Ringan hingga Sedang
Heri menjelaskan pihaknya "masih perlu penyelidikan lebih lanjut tentang penyebab kebakaran tersebut." Begitu pula dengan total kerugian materiil, Heri mengaku "belum bisa memastikan besaran kerugian dalam kejadian nahas itu."
Malam itu, puluhan armada pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang dikerahkan ke lokasi. Petugas berjibaku melawan kobaran api dan asap tebal di tengah akses jalan yang cukup padat. Kerja keras petugas akhirnya membuahkan hasil, di mana mereka berhasil mengendalikan kobaran api dan melokalisir area yang terbakar sehingga tidak merembet lebih luas ke bagian lain dari kompleks pasar maupun pemukiman dan pertokoan Kauman di sekitarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Raih Predikat Prestisius Golden Medal 2026, Semen Gresik Pertahankan Bintang Lima TOP GRC
-
Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor
-
Kalah dari Persita, Fabio Lefundes: Java United FC Masih Berproses
-
Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng
-
Kendal Tornado FC Menangi Laga Perdana, Presiden Klub Ingin Tim Konsisten dan Disiplin