SuaraJawaTengah.id - Kabar meletusnya pemberontakan G30S tahun 1965 di Jakarta, datang terlambat ke Desa Krogowanan. Mengawali penangkapan massal terhadap mereka yang dicap terlibat PKI.
Sarmidi baru duduk di bangku kelas IV SD saat mengetahui teman-temannya mendadak dilarang masuk sekolah. Desas-desus mereka dilarang sekolah karena orang tuanya terlibat Barisan Tani Indonesia atau Gerwani.
“Disini (penduduk) hampir mayoritas anggota BTI atau Gerwani. Waktu kejadian tidak ada warga yang lari. Tapi orang-orang itu ya hatinya ada yang was-was atau khawatir,” kata Sarmidi saat ditemui di rumahnya di Dusun Tlatar, Krogowanan, Magelang.
Kaum “beku”. Begitu istilah untuk orang-orang yang dituding tersangkut partai palu arit.
Kebanyakan mereka dicap sebagai anggota PKI atau organisasi underbow-nya tanpa melalui penyelidikan dan pengadilan yang valid.
Sama seperti kebanyakan warga sekampungnya, Sarmidi kecil tidak paham betul apa itu BTI, Pemuda Rakyat, dan Gerwani. Baru belakangan dia paham organisasi itu terkait Partai Komunis Indonesia.
Barisan Tani setahu Sarmidi kecil adalah sekelompok orang di kampung yang sering saling bantu menggarap sawah atau ikut gotong royong membangun rumah. Mereka loyal dan solid antara sesama anggota.
“Istilahnya untuk mempermudah atau meringankan kita saat akan mengolah tanah atau sambatan (gotong royong). Harus ada kelompok itu.”
Mayoritas warga kampung ikut kegiatan BTI karena ikut-ikutan atau mencari aman saja. Tidak sedikit anggota Barisan Tani orang-orang terpandang dan memiliki pengaruh di desa.
Baca Juga: Cerita 137 Tahanan PKI Mempawah yang Diselimuti Wajah Ketakutan
“Kalau sudah ada kelompok itu ya (warga lain) ora wani melu-melu. Padahal ikut juga nggak apa. Tapi kalau sudah masuk kelompok itu ya jadi anggota.”
Sebelum peristiwa 1965, PKI serta wadah sayap politik dibawahnya bukan organisasi terlarang. Tidak aneh jika kemudian banyak warga kampung yang menggabungkan diri di dalamnya.
Pada Pemilihan Umum tahun 1957 (di Jawa Tengah terselenggara tahun 1958), secara nasional Partai Komunis Indonesia meraih 27 persen suara dukungan. Jumlah itu melonjak dari Pemilu tahun 1955, dimana PKI hanya mendapat 16,4 persen suara.
PKI berhasil mengungguli perolehan suara partai saingan terdekatnya: Masyumi, NU, dan PNI. Jumlah suara pendukung Masyumi dan NU turun masing-masing menjadi 20,9 persen dan 18,4 persen.
Jumlah suara dukungan rakyat terhadap Partai Nasional Indonesia (PNI) juga turun drastis menjadi 20,8 persen, dari 22,3 persen pada Pemilu 1955.
Strategi PKI meraih hati rakyat melalui sejumlah program politiknya berhasil menjaring sejumlah besar suara dukungan.
Berita Terkait
-
Kisah Tragis Pengawal Jadi Tumbal, Kesaksian Eks Cakrabirawa Penjemput AH Nasution Disiksa hingga Dipaksa Mengakui PKI
-
Wayan Getarika, Mantan Anggota Pasukan Tameng, Algojo Pembantai PKI di Tanah Buleleng
-
Cerita Horor Kuburan Massal Korban G30S PKI Dekat Tol Trans Jawa di Semarang: Penampakan Wanita Berlubang Cekikikan
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 7 Sepatu Nike Tanpa Tali yang Praktis dan Super Nyaman untuk Lansia
Pilihan
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
-
Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini
-
Harga Kripto Naik Turun, COIN Pilih Parkir Dana IPO Rp220 Miliar di Deposito dan Giro
-
Prabowo Cabut Izin Toba Pulp Lestari, INRU Pasrah dan di Ambang Ketidakpastian
Terkini
-
Warga Pati Berpesta: Kembang Api Sambut Tumbangnya Bupati Sudewo
-
7 Fakta Mengejutkan Kasus Korupsi Bupati Pati: Dari Jual Beli Jabatan hingga Suap Proyek Kereta Api
-
Pantura Jateng Siaga Banjir dan Longsor! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat Ekstrem
-
3 MPV Bekas Rp50 Jutaan Tahun 2005 ke Atas: Mewah, Nyaman, dan Kini Gampang Dirawat!
-
BRI Peduli Salurkan Bantuan CSR untuk Gapura Tanjung Water Park, Dukung Ekonomi Lokal Grobogan