Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 14 Oktober 2022 | 15:41 WIB
Ilustrasi Gelombang Tinggi. BMKG mengingatkan seluruh pihak terkait dengan kondisi kelautan khususnya nelayan untuk memerhatikan risiko tinggi gelombang laut demi terciptanya keselamatan pelayaran. (Pixabay)

"Gelombang tinggi tersebut dipengaruhi oleh pola angin di wilayah selatan Indonesia bagian selatan yang dominan bergerak dari tenggara ke barat daya dengan kecepatan 5-20 knot," kata Teguh.

Sebelumnya, Kapal Motor (KM) Taulada berkapasitas 13 gross tonage (GT) yang diketahui berangkat dari Dermaga Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap pada hari Sabtu (8/10), pukul 05.00 WIB, menuju perairan selatan Kebumen untuk melakukan aktivitas penangkapan ikan.

Akan tetapi pada hari Kamis (13/10), pukul 22.00 WIB, kapal yang membawa enam orang ABK itu terbalik setelah terhempas gelombang di perairan Mirit, Kabupaten Kebumen. Keenam ABK terdiri atas Dasino selaku tekong atau nakhoda, Yosef, Peang, Brosot, Safi'i dan Purwanto.

Tim SAR gabungan yang dikoordinasi Basarnas Cilacap berhasil mengevakuasi keenam ABK tersebut dalam kondisi selamat pada Jumat (14/10) pagi.

Baca Juga: Denpasar Dan Mataram Diperkirakan Alami Hujan Ringan Hari Ini

Load More