SuaraJawaTengah.id - Seorang sales rokok pabrikan Ungaran, Kabupaten Semarang, Anang Nurseto menjadi korban pemerasan oleh enam pelaku asal Jawa Barat di wilayah Kabupaten Banyumas.
Tak hanya diperas, Anang yang berprofesi sebagai sales rokok bahkan disekap di dalam mobil saat bertransaksi dengan pelaku yang mengaku sebagai petugas bea cukai.
Kronologi kejadian tersebut menurut Kapolresta Banyumas, Kombes Edy Suranta Sitepu berawal saat Anang melapor ke kepolisian sebagai korban pemerasan dan pencurian pada Jumat (7/11/2022) pukul 01.30 WIB.
"Korban dan pelaku ini melakukan transaksi jaul beli rokok sebanyak 70 dus yang berawal pemesanan dari media sosial. Mereka janjian bertemu di Jalan Pramuka Purwokerto," katanya dalam konferensi pers di Mapolresta Banyumas, Senin (17/10/2022).
Sesampainya di lokasi, dari enam pelaku yang menemui korban, empat diantaranya mengaku sebagai petugas bea cukai. Hal ini bertujuan untuk menakut-nakuti korban untuk melancarkan aksi pemerasan.
"Yang menemui korban ada dua orang menggunakan mobil Ayla. Tak berselang lama empat pelaku lainnya datang mengaku sebagai petugas bea cukai. Pelaku ini tanya-tanya seolah menjadi petugas dan memeriksa rokok tersebut," terangnya.
Korban saat itu tidak bisa menjawab pertanyaan pelaku karena mengaku hanya disuruh. Kemudian korban disekap dibawa menggunakan mobil Toyota Rush. Dalam perjalanannya korban diinterogasi dan diancam.
"Di dalam mobil korban menyerahkan dua handphone karena diancam oleh pelaku. Pelaku membuka M-Banking korban dan tanya password. Tetapi tidak ada saldonya," jelasnya.
Saat tiba di wilayah Majenang, Kabupaten Cilacap korban kemudian izin kepada pelaku untuk melaksanakan salat jumat. Namun korban kembali mendapat ancaman untuk tidak kabur selepas salat.
"Korban diancam akan ditembak jika kabur. Tapi setelah selesai salat, korban malah ditinggal di masjid setempat. Para pelaku kabur dengan membawa 70 dus rokok senilai Rp 4 juta dan handphone korban," tuturnya.
Usai kejadian tersebut, korban langsung melapor ke polisi. Dari penelusuran melalui CCTV para pelaku kemudian teridentifikasi. Pelaku adalah BW, LDY, ASH, EL asal Bandung, sedangkan AS dan AH asal Tasikmalaya. Satu pelaku berinisial IS asal Bandung hingga kini masih buron.
"Pelaku berhasil ditangkap Jumat tanggal 14 Oktober kemarin saat akan melakukan aksinya kembali. Pelaku menginap di salah satu hotel di wilayah Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas," ungkapnya.
Sebelum beraksi di Kabupaten Banyumas, pelaku sudah dua kali melancarkan aksinya dengan modus yang sama di wilayah Kabupaten Bandung dan Tasikmalaya.
Dari kejadian tersebut petugas kepolisian mengamankan barang bukti kendaraan roda empat jenis Daihatsu Ayla, Toyota Rush, ponsel dua buah, satu pucuk pistol mainan, buku tabungan serta satu lembar kop bertuliskan kemenkeu palsu.
Sementara itu, Humas Kantor Bea Cukai Purwokerto, Misbah Khusudur memastikan pelaku hanya mengaku sebagai petugas dari bea cukai. Sementara surat tugas yang dibawa korban adalah palsu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Pengundian Program BRI Debit FC Barcelona: Dapat 8 Keuntungan dan Hadiah Terbang ke Camp Nou
-
Jelang May Day di Semarang, Ahmad Luthfi Tekankan Kondusivitas Kunci Masuknya Investasi Rp110 T
-
Lebih dari Kebaya, BRI Blora Maknai Hari Kartini sebagai Simbol Kesetaraan di Era Perbankan Modern
-
Cuaca Jateng Hari Ini: Semarang Berpotensi Hujan, Dibayangi Ancaman Kemarau Terkering 30 Tahun
-
Komitmen Dukung Olahraga, BRI Berpartisipasi Hadirkan Clash of Legends 2026