SuaraJawaTengah.id - Kasus pembunuhan Iwan Budi yang merupakan ASN Pemkot Semarang masih menjadi misteri, hingga kini pelaku utama dan motif kejahatan tersebut belum terungkap secara jelas
Tampak lima orang tengah berdiri membentuk setengah lingkaran dan berdoa dengan khidmat, serta mata terpejam di depan altar Gereja Santo Ignatius Loyola Banjardowo, Genuk Kota Semarang.
Dipimpin oleh seorang pastor dengan menggunakan jubah putih lengkap dan Stola, Romo Budi Purnomo berdiri tepat ditengah empat jemaat lainnya, yang tak lain merupakan keluarga dari ASN Bapenda Kota Semarang, Iwan Budi yang menjadi korban pembunuhan dan saksi korupsi hibah tanah.
Suara Romo Budi seketika memecah keheningan di dalam gereja, Kala ia tengah memulai doa arwah bersama dengan ketiga anak dan istri Iwan Budi.
"Kami disini akan mendoakan arwah Iwan Budi bersama dengan istri dan ketiga anaknya," tutur Romo Budi, Kamis (03/11/22).
Selain melakukan doa arwah, Romo Budi juga memanjatkan doa agar kasus pembunuhan Iwan Budi dapat diusulkan tuntas oleh pihak kepolisian.
" Semoga kasus pembunuhan bapak Iwan Budi dapat diusut tuntas," katanya.
Usai melakukan doa arwah, Romo Budi menuturkan dalam kasus pembunuhan yang menewaskan Iwan Budi, diperlukan pengawalan dari berbagai pihak serta elemen masyarakat.
"Perulunya pengawalan dari berbagai pihak dan elemen masyarakat untuk kasus ini,"ucap Romo Budi.
Baca Juga: Sebelum Tewas Dibunuh, PNS Semarang Saksi Korupsi Ternyata Dapat Promosi Kenaikan Jabatan
Menurutnya, sebagai seorang pastor Khatolik. Dirinya akan mendampingi secara spiritual dan memberi dukungan moril untuk menguatkan keluarga Iwan Budi yakni anak dan istrinya, dalam mengusut kasus terbunuhnya saksi korupsi tersebut.
"Sebagai pastor, saya akan mendampingi untuk menguatkan keluarga bapak Iwan Budi,"imbuhnya.
Selain itu, Romo Budi mengaku telah mempertemukan keluarga Iwan Budi dengan pengacara yang saat ini menjadi pendamping hukum
kasus tewasnya Iwan Budi.
"Saya melayani jemaat seperti Keluarga Iwan Budi dengan penuh kasih dan memberikan harapan ketika dibutuhkan contohnya dalam kasus ini,"terang Romo Budi.
Kirim Surat ke Jokowi
Usai melakukan doa arwah di Altar Gereja Santo Ignatius, Theresia Saraswati anak pertama dari Iwan Budi mengungkapkan bakal mengirim surat kepada Presiden Jokowi.
"Surat ini akan dikirim ke pak presiden," ungkap Theresia.
Ia menjelaskan, isi surat tersebut berisi permohonan keadilan dan perhatian dari Presiden terhadap kasus yang menimpa sang ayah.
"Untuk isi surat ini, memohon keadilan dan juga atensi untuk Presiden serta para petinggi negara,"jelasnya.
Theresia mengatakan, selain kepada Presiden surat permohonan tersebut juga ditujukan kepada Panglima TNI serta beberapa pihak
seperti Menteri Kordinator Bidan Politik dan Hukum Keamanan, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Dalam negeri, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Kepala Kepolisian Negara RI, Jaksa Agung, Ketua Komnas HAM, Ketua LPSK, Ketua Komisi Kepolisian Nasional, Wali Kota Semarang.
"Supaya kasus ini bisa dituntaskan tanpa intervensi dari pihak lain," tutur Theresia lirih.
Sementara itu, Pengacara keluarga Iwan Budi, Yunantyo Adi Setiawan mengatakan, bakal mengirim surat kepada Panglima TNI pada, pada Senin (07/11) mendatang.
"Rencana akan ketemu khusus, tapi tembusan tetap kami kirim kan juga ke Panglima," ungkap Yunantyo.
Ia mengungkap, kasus ini membutuhkan atensi khusus dari Panglima TNI Jendral Andika Perkasa.
"Karena permasalah ini memerlukan adanya atensi khusus dari Panglima, disebabkan ada dugaan anggota atau alat negara yang menurut penyilidikan sementara terlibat dalam kasus pembunuhan ini," terang Yunantyo.
Ia juga menyebutkan, sebelumnya Panglima telah membenarkan adanya anggotanya yang telah diperiksa.
"Dan itu Panglima sendiri menyatakan kepada pers tentang adanya anggota yang diperiksa terkait meninggalnya almarhum Iwan Boedi Prasetjo," tuturnya.
Hal ini, ia lakukan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Dimana, kasus ini memerlukan ketegasan khusus dari Panglima TNI.
"Supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan dibawah-bawahnya, dan perlu ketegasan khusus dari panglima sendiri agar proses hukum dilapangan nanti bisa berjalan dengan baik," paparnya.
Menurutnya, itu menjadi kehati-hatian jika benar terbukti dalam penyidikan terdapat anggota yang dinyatakan sebagai terduga.
"Karena tanpa adanya atensi Panglima sementara ini, kasus ini sulit berjalan, kami juga menduga adanya hal yang merintangi keadilan proses penyidikan yang sedang berjalan di kepolisian saat ini," imbuhnya.
Sebelumnya, ASN Bapenda Kota Semarang ditemukan tewas terbunuh dengan kondisi dibakar dan tanpa kepala pada awal September lalu. Iwan Budi merupakan saksi korupsi hibah tanah dan sempat menghilang beberapa waktu sebelum ditemukan meninggal.
Kontributor : Aninda Putri Kartika
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
Terkini
-
Waspada! BMKG Beri Peringatan Dini Cuaca di Semarang, Potensi Hujan Lebat Disertai Petir
-
5 Fakta Mengejutkan Dibalik Video Viral Pengejaran Begal Payudara di Pati
-
BRI Semarang Tebar Berkah Ramadan, Berbagi Makanan Berbuka untuk Pengendara
-
BRI KPR Berikan Kemudahan Akses Pembiayaan untuk Wujudkan Rumah Impian
-
Jateng Bakal Diserbu 17 Juta Pemudik, Gubernur Luthfi Gerak Cepat Amankan Stok Pangan