Lalu, ia mengungkapkan pernah berantem dan marah besar terhadap Baim Wong. Hal itu lantaran karena uang Rp350 Juta milik Raffi Ahmad lenyap.
"Tapi gue sama Baim pernah buka club di bali, gue pernah berantem sama dia (baim), masalah duit. Tapi emang masalah duit bahaya," ujarnya.
Raffi menceritakan, kemarahannya terhadap Baim Wong karena sama-sama tidak mengerti soal bisnis.
"Intinya kita enggak ngerti bisnis, gue naruh duit nyetor, iklan dibayar Rp500 juta, di bali disuruh setor Rp350 juta. Dari uang iklan, aku taruh itu ke Baim. Bikin lah club. Pertama, laku terus, aku enggak tahu operasional, yang ngerti Baim. Berantem tuh gara-gara duit," ujarnya.
Raffi pun menyebut bahwa uang bisa membuat persahabatannya dengan Baim Wong menjadi bermasalah saat itu.
"Uang itu memang enggak kenal temen, enggak kenal saudara," ucap Raffi Ahmad
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
Terkini
-
Plt Bupati Sukoharjo Jalani Pemeriksaan KPK, Penyidikan Kasus Etik Suryani Bergulir
-
Bocah SD Boyolali Diakui NASA, Ahmad Luthfi Langsung Beri Laptop
-
Konsisten Terapkan Industri Hijau, Semen Gresik Sabet Penghargaan Jateng Green Industrial Summit
-
Jukir Liar Patok Tarif Selangit, Wali Kota Solo Siapkan Pencabutan Izin hingga Blacklist
-
Terungkap di Sidang, Calon Perangkat Desa Jual Motor hingga Gadai Sertifikat Demi Lolos Seleksi