Lalu, ia mengungkapkan pernah berantem dan marah besar terhadap Baim Wong. Hal itu lantaran karena uang Rp350 Juta milik Raffi Ahmad lenyap.
"Tapi gue sama Baim pernah buka club di bali, gue pernah berantem sama dia (baim), masalah duit. Tapi emang masalah duit bahaya," ujarnya.
Raffi menceritakan, kemarahannya terhadap Baim Wong karena sama-sama tidak mengerti soal bisnis.
"Intinya kita enggak ngerti bisnis, gue naruh duit nyetor, iklan dibayar Rp500 juta, di bali disuruh setor Rp350 juta. Dari uang iklan, aku taruh itu ke Baim. Bikin lah club. Pertama, laku terus, aku enggak tahu operasional, yang ngerti Baim. Berantem tuh gara-gara duit," ujarnya.
Raffi pun menyebut bahwa uang bisa membuat persahabatannya dengan Baim Wong menjadi bermasalah saat itu.
"Uang itu memang enggak kenal temen, enggak kenal saudara," ucap Raffi Ahmad
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Di Tengah Tekanan Global, Mal Baru Bermunculan di Jateng
-
Jangan Tunggu Hutan Terbakar, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Siaga Karhutla Hadapi El Nino
-
Saat Hujan Turun, Siswa SMAN 1 Cepu Terpaksa Geser Meja di Tengah Pelajaran Akibat Atap Bocor
-
Dendam Lama Berujung Teror, Eks Napi Bakar Dua Rumah di Demak dalam Semalam
-
BRI Gelar Buyback Fluktuatif Rp500 Miliar, Optimistis Fundamental Tetap Kuat