SuaraJawaTengah.id - Masa lalu yang tak bisa dilupakan, itulah ungkapan yang tepat bagi kelompok pemuda di Desa Glonggong, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali. Masa kecil yang bahagia dari bermain, belajar, dan tentu saja melakukan kegiatan bersama teman-teman sebaya.
Hal itu rupanya kembali dihadirkan melalui tayangan video pada YouTube di Dalipuk Channel. Melalui media sosial tersebut, 11 orang pemuda di desa Glonggong itu memperlihatkan bagaimana asyiknya masa lalu mereka.
Salah satu Konten Kreator Dalipuk Channel, Isniawan mengungkapkan, tak mudah untuk menceritakan masa kecilnya yang indah ke generasi saat ini. Namun dengan kemajuan teknologi, mengenang masa lalu bisa digambarkan melalui tayangan audio visual.
Menariknya, mereka mengangkat cerita profesi yang kini sudah tidak ada. Hal itu dicoba untuk dihadirkan kembali.
Bukan tanpa alasan, beberapa profesi tersebutlah yang membuat kisah masa lalu mereka menjadi terkenang hingga sekarang.
"Dalipuk Channel menampilkan kembali karakter atau profesi pada masa lampau yang sekarang mungkin sudah jarang ditemukan seperti Tukang Rosok (Dalipuk) dan Tukang Kredit Perabotan Rumah Tangga (Mendring)," ujar Isniawan di Boyolali, Minggu (13/11/2022).
"Dan mungkin seiring dengan pengembangan cerita bisa menampilkan profesi profesi jadul lainnya seperti; Tukang Tambal Panci, Tukang Jual Jajanan dan lain sebagainya. Selain itu, Dalipuk Channel juga menampilkan permainan anak-anak dan jajanan tradisional di masa lalu (era tahun 90an)," imbuhnya.
Namun demikian, kegiatan para pemuda Desa Glonggong tersebut cukup menarik perhatian. Apalagi, mereka tak memiliki basic sebagai pembuat film atau konten kreator.
Tapi semangat untuk berkarya tak pernah surut. Ditambah, kini mereka mulai banyak dikenal oleh orang-orang yang merantau dan meninggalkan desa tersebut.
Baca Juga: Malam 1 Suro, Warga Lereng Merapi Tetap Gelar Ritual Sedekah Gunung
Peralatan seadanya, dengan kamera smartphone pun menjadi modal awal Dalipuk Channel berdiri.
"Dalam bercerita, kadang tersisip pesan meski kadang tidak berkesan. Juga sering mengangkat cerita-cerita lama supaya para kerabat yang sudah merantau nun jauh disana bisa kembali bernostalgia tentang cerita masa kecil mereka di desa," ujarnya.
Isniawan mengaku tak hanya menceritakan masa kecilnya. Melainkan juga tradisi dan budaya yang hingga kini masih dipertahankan.
"Mengupas tentang Tradisi dan Budaya pada kehidupan sehari-hari di lingkungan perdesaan dan tentunya dengan kemasan cerita yang sudah disesuaikan dengan perkembangan jaman," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
BRI Pro Ekonomi Kerakyatan, Holding UMi Telah Menjangkau Lebih dari 33,7 Juta Nasabah Pinjaman
-
80% Desa di Indonesia Telah Terjangkau BRILink Agen
-
Detik-detik Penangkapan Kiai Cabul Pati, Tak Berkutik saat Sembunyi di Wonogiri
-
Akhir dari Pelarian Kiai Cabul, Ashari Diringkus di Wonogiri
-
Duh! Oknum PNS Kejari Blora Gelapkan Mobil Rental, Digadai Rp17 Juta Buat Foya-foya?