SuaraJawaTengah.id - Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno mengatakan organisasinya akan mendukung siapa pun kader dari Pemuda Pancasila yang diusung menjadi calon presiden dan calon wakil presiden pada pemilu 2024.
“Pemuda Pancasila tidak punya hak mengusung capres atau cawapres, tapi kami mendukung siapa pun kader Pemuda Pancasila yang diusung oleh partai dan memenuhi syarat. Itu kami dukung. Pasti itu,” kata Japto di Jakarta, hari ini.
Saat ini, kata dia, kader Pemuda Pancasila yang telah diusung oleh partai politik dan memenuhi syarat 20 persen presidential threshold adalah mantan gubernur Jakarta Anies Baswedan.
“Kami harus mendukung, baru dia calonnya. Calonnya baru dia yang didukung oleh koalisi partai yang memenuhi syarat 20 persen presidential threshold. Baru dia yang memenuhi syarat,” tuturnya.
Jika Bambang Soesatyo dicalonkan Partai Golkar, kata dia, tentu juga harus didukung.
“Kalau ada lagi, Ahmad Ali ini di Nasdem dicalonkan, harus kita dukung,” ucap dia.
Akan tetapi, Pemuda Pancasila akan melakukan konferensi ke dalam mengenai siapa yang terbaik, siapa yang cakap untuk menjadi calon presiden.
Ketika ditanya mengenai kriteria calon presiden yang baik, dia menilai semua calon presiden sudah bagus.
“Saya rasa semua calon presiden di negara kita semua bagus, tetapi presidennya itu kan nggak macul sendiri, nanam benih sendiri, segala macem. Kalau pembantunya nggak beres, ya nggak beres,” kata dia.
Baca Juga: Jelang Penetapan UMP Jakarta 2023, Buruh ke Pj Gubernur DKI: Naikkan Upah Minimal 13 Persen
Ia mengatakan bahwa untuk saat ini, Pemuda Pancasila akan mengedepankan agenda-agenda yang terbaik untuk anggota dan untuk masyarakat, tidak lagi untuk kepentingan-kepentingan politik yang hanya sebentar.
“Untuk politik praktis yang hanya sesaat itu yang kita hilangkan,” kata dia. [Antara]
Berita Terkait
-
Dedi Mulyadi Unggul Jauh dari Prabowo dalam Survei Capres 2029
-
Pramono Ajak Anies Nonton Persija Bareng di JIS: Legacy-nya Sekarang Bisa Dinikmati
-
Jalur Sepeda Jakarta Mau Dihapus: Benarkah Sepi, Bikin Macet, dan Tak Dibutuhkan?
-
Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
-
Dari Masjid Nabawi, Anies Berdoa agar Aib Pelaku Kejahatan Dibuka Allah
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama