SuaraJawaTengah.id - Korban bus wisatawan Semarang Jateng yang terjun ke jurang di Magetan Jatim, Minggu (04/12/2022) mendapat santunan dari Jasa Raharja hingga Rp 500 juta.
Dana bantuan ini diberikan kepada ahli waris yang meninggal dunia. Sementara bagi keluarga korban yang mengalami luka-luka juga sudah menerima santunan berupa uang. Dalam peristiwa ini diketahui sebanyak tujuh orang meniggal dunia.
Seperti dijelaskan Kepala Divisi Pelayanan Jasa Raharja Vanky Hervanka Tridianto, Jasa Raharja sudah menyerahkan santunan kepada ahli waris para korban meninggal dunia.
Untuk korban yang masih dirawat baik di rumah sakit maupun dirawat di rumah, seperti dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, penjaminan masih dilakukan dan batas maksimal Rp 20 juta.
"Untuk korban meninggal, santunan sudah kami berikan ke ahli waris. Begitupun untuk korban luka yang masih menjalani perawatan penjaminan sudah dilakukan dengan batas maksimal Rp 20 juta," kata Vanky, Senin (5/12/2022)
Total santunan yang sudah digelontorkan sampai Senin (5/12/2022) sudah mencapai Rp 500 juta. Semuanya sudah diberikan pada korban dan ahli waris di Kelurahan Manyaran, Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Sebelumnya, sebuah bus pariwisata mengangkut 55 orang asal Kota Semarang terjun ke jurang di pinggir jalan Raya Sarangan-Tawangmangu atau jalan tembus Cemoro Sewu-Sarangan tepatnya di atas Wisata Lawu Green Forest (LGF) Kelurahan Sarangan, Plaosan, Magetan.
Peristiwa ini terjadi pada Minggu (4/12/2022) pukul 11.00 WIB. Bus bernopol H 1470 AG itu terjun ke jurang sedalam 30 meter usai menghantam guardrail atau pembatas jalan hingga rusak.
Total ada 7 orang meninggal dunia termasuk sang pengemudi bus. Jenazah sudah dipulangkan ke Kota Semarang pada Minggu (4/13/2022) pukul 19.30 WIB.
Baca Juga: Groundbreaking Taman Singosari, Mbak Ita: Percantik Simpang lima Kedua Kota Semarang
Kemudian, 31 korban dinyatakan luka-luka. Semua korban luka sudah diantar untuk sebagian pulang dan dialih rawat di RSUD Wongsonegoro Semarang, pada Senin (5/12/2022) pukul 14.12. WIB.
Polisi telah melakukan olah TKP dan menerjunkan traffic accident analysis (TAA) guna mengumpulkan data sebelum, saat, dan sesudah kecelakaan.
Berita Terkait
-
Groundbreaking Taman Singosari, Mbak Ita: Percantik Simpang lima Kedua Kota Semarang
-
Olah TKP Kecelakaan Bus di Magetan, Polda Jatim Turunkan Tim TAA
-
Mbak Ita dan Jasa Raharja Serahkan Santunan Kematian Korban Kecelakaan Magetan, Biaya RS Korban Luka Juga Ditanggung
-
Enam jenazah korban kecelakaan bus di Magetan Dipulangkan ke Semarang
-
Jasa Raharja Jamin Santunan Korban Bus Wisatawan Semarang Masuk Jurang di Magetan
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Waspada! Semarang Diguyur Hujan Seharian, BMKG Prediksi Dampak Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Januari
-
Mengenal Rumus Segitiga Sembarang dan Cara Menghitung Luasnya
-
Apel Siaga Bulan K3 Nasional, Semen Gresik Tegaskan K3 sebagai Budaya dan Prioritas Utama
-
Warga Pati Berpesta: Kembang Api Sambut Tumbangnya Bupati Sudewo
-
7 Fakta Mengejutkan Kasus Korupsi Bupati Pati: Dari Jual Beli Jabatan hingga Suap Proyek Kereta Api