BPJ Purwodadi terdiri atas ruas Purwodadi – Klambu panjang 0,5 Km (Perbaikan Beton) dengan anggaran Rp 2 miliar, Gubug – Kapung – Kedungjati panjang 0.10 kilometer dan (rehab dinding penahan tanah) Tinggi 25 meter dengan anggaran Rp 3 miliar, Singget – Doplang – Cepu (rehabilitasi Jembatan Wulung 2) panjang 40 Meter dengan angaran Rp 1 miliar
BPJ Surakarta di antaranya Karanganyar-Jatipuro panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp 1,3 miliar, Wonogiri-Manyaran-Blimbing panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp 1,3 miliar, Ngadirejo-Jatipuro panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp 1,3 miliar, Wuryantoro-Pracimantoro panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp 1,3 miliar, rehabilitasi dinding penahan tanah Boyolali-Selo-Jrakah panjang 0,03 kilometer dengan anggaran Rp 1,5 miliar. Selain itu, BPJ Pati meliputi Juwana-Todanan panjang 2 kilometer dengan anggaran Rp 2,6 miliar dan Jepara-Keling panjang 2 kilometer dengan anggaran Rp 2,6 miliar.
Untuk program peningkatan jalan melalui bagian bidang wilayah terbagi menjadi bidang wilayah timur di antaranya Todanan-Ngawen panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp 7,7 miliar, jembatan Ganepo Sragen panjang 50 meter dengan anggaran Rp 2 miliar, Ngadirojo-Giriwoyo panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp 7,7 miliar, rekontruksi jalan Demak-Godong panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp 8 miliar.
“Sedangkan untuk wilayah barat ada Kutoarjo-Ketawang panjang 1,1 kilometer dengan anggaran Rp 8,1 miliar, Bandungsari-Salem 1 panjang kilometer dengan anggaran Rp 6,2 miliar, Parakan-Patean panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp 3,7 miliar, Kersana-Bandungsari panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp 4 miliar, dan Buntu-Kroya-Slarang panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp 8 miliar,” jelas Hanung.
Selain melalui anggaran APBD Provinsi Jawa Tengah, perbaikan jalan juga dilakukan menggunakan program Hibah Jalan Daerah dan Dana Alokasi Khusus. Yakni Batur-Dieng-Kejajar-Wonosobo sepanjang 2,2 kilometer dengan anggaran Rp 15,3 miliar, Kertek-Kepil-Kemiri panjang 3 kilometer dengan anggaran Rp 19,2 miliar, Magelang-Kaliangkrik-Sapuran panjang 2,3 kilometer dengan anggaran Rp 16,4 miliar, Galih-Ngrampal panjang 1,16 km dengan anggaran Rp 9,9 miliar, serta Lasem-Sale sepanjang 2 kilometer dengan anggaran Rp 17 miliar.
"Untuk saat proses lelang program rehab dan peningkatan jalan sudah selesai dan mulai tahap pelaksanaan," tegas Hanung.
Kendati demikian, tahap pelaksanaan memang terkendala cuaca. Sebab, perbaikan jalan tidak bisa dilakukan saat hujan.
"Tapi kami komitmen untuk terus melakukan yang terbaik, dan tepat waktu," tandasnya.
Baca Juga: PeduliLindungi Jadi SATUSEHAT Mobile, Simak Perubahan Syarat Naik Kereta Api
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Jaga Sumber Air dari Hulu hingga ke Hilir, AMDATARA Tanam 250 Mangrove di Pesisir Jateng
-
Perempuan Berkebutuhan Khusus Tewas Terpanggang saat Rumahnya Terbakar
-
Kiper Juara Liga 1 Merapat! PSIS Semarang Datangkan Reky Rahayu
-
121 Juru Parkir Semarang Menunggak Setoran, PAD Rp280 Juta Terancam Melayang
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight