SuaraJawaTengah.id - PSIS Semarang kembali melepas pemain di akhir musim kompetisi Liga 1 2022/2023.
Kali ini manajemen Laskar Mahesa Jenar melepas pemain tengah, Reza Irfana. Sebelumnya pemain asal Pati ini telah memperkuat PSIS sejak musim kompetisi 2021/2022.
Di kompetisi Liga 1 2022/2023, Reza Irfana hanya bermain sebanyak 12 kali.
"Hari ini kami kembali melakukan evaluasi. Kali ini yang kami lepas Reza Irfana. Terima kasih ya Reza atas pengabdian selama ini PSIS," ujar CEO PSIS, Yoyok Sukawi pada Jumat (28/4).
"Reza masih muda dan semoga kedepannya selalu diberi kesuksesan dan kesehatan. Sukses terus yaa Za dan terus berkembang karirmu dimana pun bermain," pungkas Yoyok Sukawi.
Reza Irfana menjadi pemain ke-5 yang dilepas manajemen Laskar Mahesa Jenar setelah sebelumnya PSIS juga melepas Ryo Fujii, Meru Kimura, Yofandani, dan Taufik Hidayat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Strategi Jateng Tumbuhkan Ekonomi Desa Melalui Ekosistem MBG
-
Jelang Dieng Culture Festival 2026, Pengelola Homestay Diingatkan Jangan Naikkan Tarif Berlebihan
-
10 Hari Ini Gratis, Jateng Fair 2026 Pamer Inovasi, Investasi, dan Hiburan di PRPP
-
Bayar Pajak Kendaraan di Jateng Bisa dapat Emas, Cek Daftar Pemenangnya di Sini
-
Gita Wirjawan di UHN Tegal: Kepemimpinan Mendatang Harus Ditata Ulang, Jangan Mabuk Elektabilitas