Budi Arista Romadhoni
Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:52 WIB
Salah satu pondok pesantren eks-JI di Kota Semarang ketika melaksanakan Upacara HUT RI, 17 Agustus 2024, dengan pendampingan Densus 88/AT dan Kementerian Agama. [Dok. Suara.com/Eka Setiawan]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 21 pondok pesantren eks-Jamaah Islamiyah di Indonesia akan menggelar upacara HUT ke-81 RI pada 17 Agustus 2026.
  • Kementerian Agama dan Densus 88/Antiteror mendampingi proses reintegrasi pondok pesantren eks-JI melalui pelatihan ekonomi, revisi kurikulum, dan perizinan.
  • Sebanyak 11 dari total 21 pondok pesantren eks-JI yang akan melaksanakan upacara tersebut berlokasi di wilayah Jawa Tengah.

SuaraJawaTengah.id - Proses reintegrasi pondok pesantren (ponpes) eks-Jamaah Islamiyah (JI) terus berlangsung pasca-JI membubarkan diri pada Juni 2024 silam. Salah satu proses reintegrasi yang dilakukan adalah mereka melaksanakan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pada Senin 17 Agustus 2026 mendatang.

Pada upacara kali ini, dari informasi yang didapat dari Kementerian Agama (Kemenag), total ada 21 ponpes eks-JI yang akan menggelar upacara tersebut. Pendampingan dilakukan oleh petugas Kemenag, termasuk dari Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror.

Dari total 21 ponpes eks-JI di Indonesia yang akan menggelar upacara Senin mendatang, 11 di antaranya berada di Jateng.

Hal itu dibenarkan juga oleh Kepala Unit Identifikasi dan Sosialisasi (Idensos) Satuan Tugas Wilayah Jawa Tengah Densus 88/Antiteror Kompol Ghofar.  

“Benar, Kalau eks-JI ponpesnya ada 11 (di Jateng yang Senin mendatang akan upacara HUT Kemerdekaan RI),” ungkap Ghofar saat dihubungi via telepon seluler, Kamis (13/8/2026).

Berdasar informasi yang diperoleh, 11 ponpes eks-JI di Jateng itu terinci; 2 pondok pesantren di Kabupaten Sukoharjo, kemudian Kota Semarang, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Sragen, Kabupaten Klaten, Kabupaten Semarang, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Brebes, Kabupaten Jepara dan Kabupaten Banyumas masing-masing 1 ponpes.

Kompol Ghofar mengatakan proses reintegrasi ponpes eks-JI itu terus berlangsung dan pihaknya juga terus aktif mendampingi.

“Kemarin baru (kegiatan) di Ponpes Al Muttaqin Jepara, hari ini masih berlangsung (kegiatan bersama BNPT),” sambung Ghofar.

Kegiatan di Ponpes Al Muttaqin Jepara itu diketahui berlangsung sejak tanggal 10 Agustus hingga 17 Agustus. Kegiatan itu digelar BNPT kerjasama lintas sektor termasuk Densus 88/AT. Tujuannya melatih kemandirian ponpes, terutama para santri, secara ekonomi.

Baca Juga: Ekspor Industri Jateng Melejit 41 Persen, Konsumsi Rumah Tangga Justru Melambat

Kegiatan-kegiatan pendampingan serupa di ponpes-ponpes eks-JI yang lain, sebut Ghofar juga terus dilakukan bersama instansi terkait. Komunikasi humanis dilakukan petugas agar proses reintegrasi sosial itu berjalan dengan baik. Pun, termasuk kepada para eks-anggota JI di Jateng.

“Terus kami lakukan pendampingan, baik ponpes eks-JI maupun mantan JI. Kalau ponpes, buktinya kegiatan ke depan ini (pelaksanaan upacara HUT RI), kami bekerjasama dengan rekan-rekan Kemenag. Kalau temen-temen eks-JI, kalau ada undangan (upacara) dari yang terkait, mestinya mereka akan ikut,” jelas Kompol Ghofar.

Proses reintegrasi sosial ponpes-ponpes eks-JI yang dilakukan, juga termasuk pendampingan merevisi kurikulum lama mereka hingga mengurus izin operasional ponpes.

Langkah ini jadi salah satu komitmen JI saat menyatakan pembubaran diri organisasi pada 30 Juni 2024 di Bogor hingga acara puncaknya 21 Desember 2024 di Convention Hall Terminal Tirtonadi, Solo.

Pada kegiatan itu dihadiri sebanyak 1.400 eks-anggota JI secara offline, dan secara daring 7.000 orang, termasuk terhubung daari 36 lembaga pemasyarakatan (lapas), 2 rumah tahanan negara (rutan) dan termonitor 34 Satgaswil Densus 88/AT di Indonesia. Kegiatan itu telah digelar 44 kali di 21 lokasi di Indonesia. Di Solo, merupakan kegiatan ke-45 sekaligus acara puncak.   

Sementara itu, 10 ponpes eks-JI lainnya di luar Jateng yang akan menggelar Upacara HUT Kemerdekaan RI Senin mendatang, terinci; 3 ponpes di Jawa Timur (2 Lamongan, 1 Ngawi), 3 ponpes di Jawa Barat (2 Kabupaten Cirebon, 1 Kabupaten Bekasi), 2 di Sumatera Utara (Kabupaten Langkat), 2 ponpes di Lampung (Lampung Selatan dan Kota Metro), 

Load More