SuaraJawaTengah.id - Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional tahun 2023 yang diperingati setiap 2 Mei 2029, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko menyampaikan masih banyak kendala yang harus dihadapi untuk mewujudkan sistem pendidikan yang lebih baik harus segera diatasi, khususnya di wilayah Jawa Tengah.
Saat ini, menurut Heri, Pendidikan kita masih banyak dihadapkan dengan banyaknya permasalahan, mulai dari angaran pendidikan, kurikulum, fasilitas, sarana dan prasarana, hingga sumber daya tenaga pendidikan yang belum memadai.
Heri mengungkapkan, pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah, khusunya Pemprov Jateng dan OPD bidang pendidikan, harus mengedepankan komitmen dan membangun kolaborasi yang kuat dalam meningkatkan kualitas pendidikan, demi mewujudkan sumber daya manusia yang tangguh dan berdaya saing untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia di masa datang.
"Momentum Hardiknas tahun ini, saya berharap pendidikan di Jateng Harus Mampu Menjawab Kebutuhan dan Tantangan Zaman," kata heri dari keterangan tertulis pada Rabu (3/5/2023).
Era kini, menurut Heri, sudah masuk era yang mana kompetisi SDM masyarakat harus bisa bersaing ketat karena dihadapkan dengan banyaknya kemajuan yang ada seperti teknologi dan informasi.
"Semangat untuk mencerdaskan kehidupan setiap warga negara yang digaungkan Ki Hajar Dewantara, juga harus dibarengi dengan pemantapan pada bisa terjawabnya tantangan dan kebutuhan yang ada, maka pendidikan harus menjamin itu," tegasnya.
Tanggapan Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2023, di Halaman Kantor Pemprov Jateng, Selasa (02/05/2023) mengatakan, pendidikan bisa menjadi panglima yang membawa Indonesia menjadi negara adidaya.
“Tadi kami sampaikan, yang pertama akses pendidikan harus semakin banyak, makin merata, dan mereka yang tidak mampu harus dibantu negara,” ujar Ganjar.
Gubernur Jateng dua periode itu menuturkan, banyak cara yang bisa diupayakan untuk mewujudkan itu. Baik secara konvensional maupun modern, dengan memanfaatkan teknologi.
“Riset sekarang mesti lebih dalam lagi, apalagi yang perguruan tinggi kita sudah punya BRIN, Jawa Tengah punya BRIDa. Maka, kolaborasi ini kita pakai untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang tidak tuntas, dan harus lebih cepat,” katanya.
Di sisi lain, Ganjar juga menekankan agar pendidikan budi pekerti tidak ditinggalkan. Selain itu, juga penting untuk menanamkan budaya integritas sejak dini.
“Sehingga mereka mengerti mana baik, mana buruk, dan bagaimana harus menjaganya. Ya termasuk hormat sama orang tua, cinta pada bangsa dan negara. Itu sesuatu yang hari ini ingin kami sampaikan dalam Hari Pendidikan,” tegasnya.
Ganjar berharap, Jawa Tengah akan terus melahirkan program revolusioner di bidang pendidikan. Misalnya, kebijakan sekolah gratis, sekolah virtual, hingga SMK Jateng, diharapkan bisa dipertahankan, bahkan dikembangkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
Terkini
-
Saat Hujan Turun, Siswa SMAN 1 Cepu Terpaksa Geser Meja di Tengah Pelajaran Akibat Atap Bocor
-
Dendam Lama Berujung Teror, Eks Napi Bakar Dua Rumah di Demak dalam Semalam
-
BRI Gelar Buyback Fluktuatif Rp500 Miliar, Optimistis Fundamental Tetap Kuat
-
Semen Gresik Konsisten Salurkan Beasiswa Prasejahtera kepada 120 Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri
-
Sokong MBG, Taj Yasin Minta SPPG Belanja Telur dari Peternak Lokal