SuaraJawaTengah.id - Orang tua mana yang tak terluka melihat anaknya jadi korban penganiyaan. Yoka nangis sejadi-jadinya setelah mengetahui anaknya (MGG) sering dipukuli saat mengenyam pendidikan di Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang.
Kekhawatiran Yoka akan tindak kekerasan di sekolah kedinasan benar-benar terjadi. Awalnya Yoka tidak merestui pilihan anaknya bersekolah di PIP Semarang.
"Anak saya masuk PIP bulan Juli 2022. Saya nangis sejadi-jadinya setelah anak saya cerita jadi korban penganiyaan. Bukan kekerasan lagi," ucap Yoka pada SuaraJawaTengah.id, Rabu (14/6/2023).
Menurut Yoka, pihak PIP ingkar janji ketika pertemuan dengan orang tua siswa. Mereka bahkan sampai meyakinkan kalau lingkungan PIP tidak ada segala macam bentuk kekerasan.
"Selama masa orientasi anak saya tidak diperbolehkan komunikasi sama sekali. Tapi ketika anak saya sembunyi-sembunyi mengirimkan pesan. Dia minta pihak sekolah untuk mengeluarkan dia dari tim dekor," ujar Yoka.
"Apa itu tim dekor? Saya pun heran. Akhirnya setelah anak saya cerita, terbongkar semua. Anak saya jadi korban penganyiaan. Anak saya sampai minta tolong untuk diselamatkan," terangnya lagi.
Berdasarkan penuturan Yoka dari anaknya, tim dekor bukan bertugas mendekorasi setiap kegitan sekolah. Melainkan seperti preman sekolah atau istilah lainnya dewan eksekutor.
Kebetulan berawakan MGG tinggi dan besar. Lalu dia terpilih menjadi bagian tim dekor. Diakui Yoka, anaknya tidak ingin masuk tim dekor.
Sebab di tim dekor, anaknya bakal dilatih dengan cara dipukuli supaya kuat selama empat tahun. Lalu setelah itu, dia yang akan menurunkan tradisi tersebut pada juniornya.
Baca Juga: Pilu! Remaja di Jaksel Diduga Dianiaya dan Disekap usai Tabrakan dengan Keluarga Perwira Polisi
"Anak saya berani cerita ke saya, karena dia teringat kalau orang tua melahirkan sampai dibesarkan tanpa cacat. Jadi sewaktu-waktu anak saya cacat atau meninggal. Saya sudah tau dengan kondisi yang sebenarnya," bebernya sambil menahan rasa sedih.
Tak terima anaknya jadi korban penganiyaan. Yoka beserta suaminya lantas mendatangi PIP Semarang untuk mengadukan apa yang dialami anaknya.
"Kami memaafkan para pelaku. Tapi tolong ada perbaikan sistem secara radikal. Lalu hak asasi manusia MGG bisa mengikuti pendidikan dengan selamat, aman dan nyaman sampai lulus," pinta Yoka.
Tidak Bisa Ditolerir
LBH Semarang, Ignatius Radit, yang menjadi kuasa hukum MGG menerangkan kalau korban setidaknya mendapat tindakan kekerasan atau pun penganiyaan sebanyak empat kali dari senior angkatan maupun pembina taruna.
"Kejadian pertama, wajah korban dipukuli bertubi-tubi dari arah kanan, kiri, atas, bawah oleh pembina taruna tanggal 9 Oktober 2022," ucap lelaki yang biasa disapa Radit.
Tag
Berita Terkait
-
Raut Wajah Mario Dandy Saat Minta Maaf ke Ayah David Ozora Disorot: Sangat Angkuh!
-
Jonathan Latumahina Ungkap David Ozora Pernah Diancam Ditembak, Pelaku Sampai Bawa Nama Brimob
-
AGH Terpidana Anak dalam Kasus Penganiayaan Berat Berencana atas David Ozora Resmi Tinggal di Bui, Diperiksa Pakai Test Pack
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
7 Langkah Cepat Pemprov Jateng Atasi Bencana di Jepara, Kudus, dan Pati
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
7 Fakta Menarik Tentang Karakter Orang Banyumas Menurut Prabowo Subianto
-
Honda Mobilio vs Nissan Grand Livina: 7 Perbedaan Penting Sebelum Memilih
-
7 Mobil Listrik Murah di Indonesia, Harga Mulai Rp100 Jutaan