SuaraJawaTengah.id - Sebanyak 2.000 orang di Kota Semarang masih mengalami kemiskinan ekstrem. Berdasarkan data dari pemerintah setempat, tinggal sebanyak 500 keluarga diketagorikan miskin.
"Di Kota Semarang (penduduk miskin ekstrem) hanya sekitar 500 KK atau sekitar 2.000 orang," kata Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu dikutip dari ANTARA pada Rabu (5/7/2023).
Wali Kota menyampaikan bahwa pemerintah berupaya membantu meningkatkan taraf hidup penduduk miskin sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing keluarga.
"Saya sudah memprogramkan untuk dilakukan upaya penanganan sesuai kekurangan-kekurangannya. Karena bisa saja mereka tidak punya rumah atau pendidikan anak-anaknya yang kurang," kata Wali Kota.
Ia mencontohkan, keluarga yang membutuhkan akses pendidikan akan difasilitasi agar anak-anak mereka mendapatkan pelayanan pendidikan dan keluarga yang belum punya tempat tinggal layak akan dibantu agar bisa tinggal di rumah yang layak huni.
Wali Kota mengatakan, pemerintah kota mendata kondisi penduduk dengan tingkat kemiskinan ekstrem supaya bisa menjalankan program intervensi yang tepat untuk meningkatkan taraf hidup mereka.
"Jadi, nanti satu-satu kepala keluarga kami treatment (tangani) sendiri-sendiri, sehingga lebih mudah, dan akan menjadi tanggung jawab masing-masing kelurahan. Ini sudah ada program-programnya," katanya.
Dia menyampaikan bahwa penanganan langsung oleh pemangku wilayah akan lebih efektif dan mengena mengingat penduduk dengan tingkat kemiskinan ekstrem tidak tersebar di semua wilayah.
"Kemiskinan ekstrem itu salah satu standarnya adalah pengeluaran tidak lebih dari Rp10 ribu per hari. Tanggung jawab masing-masing kelurahan karena ada kelurahan yang nol (jumlah penduduk miskin ekstremnya)," kata dia.
Di Kota Semarang, menurut dia, penduduk dengan tingkat kemiskinan ekstrem antara lain masih ada di Kelurahan Tanjung Mas, Bandarharjo, dan Jomblang.
"Diharapkan tidak sampai 2024 (penanganan bisa diselesaikan), karena hanya sedikit ya, 500-an KK. Kami harapkan dengan upaya bersama-sama ini bagaimana bisa menurunkan kemiskinan ekstrem," katanya.
Berita Terkait
-
Cuma 5 Km dari Simpang Lima Semarang! Ada Stadion dengan Rumput Sintesis Berstandar FIFA dan Telan Biaya Rp16,8 Miliar : Bisa Tebak ?
-
Kisah Dibalik Diagungkannya Sosok Gus Gur di Kampung Pecinan Semarang, Sang Pembela Minoritas Keturunan Tionghoa
-
5 Km dari Kota Semarang! Ada Stadion Termegah di Jateng: Berstandar FIFA dan Telan Biaya Rp536 Miliar, Bisa Tebak?
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
Terkini
-
Bukan LCGC! Ini 3 MPV Bekas Rp80 Jutaan Paling Nyaman dan Irit BBM, Dijamin Senyap di Tol
-
Usai OTT Bupati Sudewo, Pelayanan Publik di Kabupaten Pati Dipastikan Kondusif
-
Kunci Jawaban Matematika Kelas 4 Halaman 132: Panduan Belajar Efektif
-
Peringati HUT Ke-12, Semen Gresik Gelar SG Fun Run & Fun Walk di Area Greenbelt Pabrik Rembang
-
5 Fakta Dugaan Jual Beli Jabatan Perangkat Desa di Pati yang Menjerat Bupati Sudewo