SuaraJawaTengah.id - Mantan Ketua Umum Panser Biru Kepareng atau akrab biasa disapa Wareng mengkritik kebijakan pelarangan tandang (away) bagi suporter klub Liga 1 musim 2023/2024.
Wareng mengatakan alasan PSSI menegakkan aturan tersebut sebagai upaya transformasi sepak bola Indonesia kurang bijak.
Sebab menurutnya saat ini justru momentum yang tepat untuk bersama-sama memperbaiki sepak bola tanah air pasca tragedi kanjuruhan.
"Semua suporter sudah menyerukan perdamaian. Bibit permusuhan udah banyak berkurang, tragedi kanjuruhan benar-benar memukul kita semua," ucap Wareng pada SuaraJawaTengah.id.
Lelaki berusia 41 tahun ini meminta Ketua Umum PSSI untuk tidak menakuti-nakuti suporter perihal ancaman FIFA. Dirinya juga menantang pihak federa segera menyelesaikan kasus tragedi kanjuruhan seadil-adilnya.
"Tragedi kanjuruhan kan penyulutnya bukan kerusuhan suporter Aremania dengan Bonek. Tapi antara Aremania dengan kepolisian. Kenapa suporter lain yang malah jadi korban? PSSI nggak pernah melibarkan kami (suporter)," tegas Wareng.
"Sekarang segera selesaikan masalah tragedi kanjuruhan. Keluarga korban masih lantang bersuara mencari keadialan," lanjutnya.
Dia lantas mengingatkan suporter sangat militan dalam mendukung klubnya masing-masing. Wareng pun yakin tidak semua suporter mau taat dengan peraturan tersebut.
"Kalau tidak mau resiko tinggi, dibatasi saja kouta tiket untuk tim tamu. Meski dilarang saya yakin tetap jebol. Orang yang udah beli tiket, terus dilarang kan nggak mungkin," bebernya.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Laga di Sleman Membawa Sial, PSIS Semarang Kembali Mendapat Sanksi dari Komdis PSSI
Wareng lantas berharap PSSI mau meninjau ulang terkait larangan away dan mau terbuka dengan segala masukan dari para suporter.
"Besok-besok kalau memutuskan sesuatu soal suporter. Libatkan kami. Orang kami tidak dilibatkan dan tidak setuju. Masa dilarang dan dihukum," herannya.
Kontributor: Ikhsan
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Harga Kripto Naik Turun, COIN Pilih Parkir Dana IPO Rp220 Miliar di Deposito dan Giro
-
Prabowo Cabut Izin Toba Pulp Lestari, INRU Pasrah dan di Ambang Ketidakpastian
-
Guncangan di Grup Astra: Izin Tambang Martabe Dicabut Prabowo, Saham UNTR Terjun Bebas 14%!
-
Emas dan Perak Meroket Ekstrem, Analis Prediksi Tren Bullish Paling Agresif Abad Ini
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
Terkini
-
7 Fakta Mengejutkan Kasus Korupsi Bupati Pati: Dari Jual Beli Jabatan hingga Suap Proyek Kereta Api
-
Pantura Jateng Siaga Banjir dan Longsor! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat Ekstrem
-
3 MPV Bekas Rp50 Jutaan Tahun 2005 ke Atas: Mewah, Nyaman, dan Kini Gampang Dirawat!
-
BRI Peduli Salurkan Bantuan CSR untuk Gapura Tanjung Water Park, Dukung Ekonomi Lokal Grobogan
-
OTT Bupati Sudewo, KPK Amankan Rp2,6 Miliar! Inilah Alur Pemerasan Jabatan Perangkat Desa di Pati