SuaraJawaTengah.id - Kematian perempuan bernama Arisa Ariana warga Sendangguwo, Kota Semarang yang diduga jadi korban Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sempat ramai di khalayak publik.
Nyawa ibu muda dua anak itu tewas secara mengenaskan ditikam oleh suaminya sendiri, Senin (28/8) pukul 03.00 WIB pagi.
Di mata masyarakat tersangka Yuda Bagus Zakharia memang dikenal memiliki kepribadian temperamental dan sering bikin onar.
Setelah tersangka berhasil ditangkap dan diamankan aparat kepolisian. Berikut ini fakta-fakta baru dibalik pembunuhan perempuan korban KDRT di Sendangguwo:
1. Dibunuh Pakai Benda Tajam
Berdasarkan pernyataan Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny S. Lumbantoruan, tersangka menganiaya korban sampai meninggal dunia dengan benda tajam seperti pisau ukir, kayu dan gayung.
"Akibatnya korban pun mengalami luka disekujur tubuh," kata Donny saat press konference, Kamis (31/8).
2. Dugaan Perselingkuhan
Rupanya sebelum tersangka melakukan pembunuhan keji tersebut. Pasangan suami istri itu sempat bertengkar hebat lantaran tersangka curiga istrinya selingkuh dengan orang lain.
Pada hari Minggu (27/8) pukul 19.00 WIB. Tersangka memaksa korban untuk buka suara dan menyuruh menulis siapa nama selingkuhannya di kertas.
"Saat itu tersangka terpengaruh minum beralkohol dan sempat berselisih dengan warga sambil membawa celurit lalu diamankan oleh RT dan dibawa ke Polsek Tembalang," ucap Donny.
Puncaknya saat korban sudah terlelap tidur pukul 02.30 WIB. Tersangka masih memaksa korban untuk segera dengan jujur memberitahunya siapa selingkuhannya.
"Karena korban nggak mau jawab karena ngantuk. Tersangka emosi dan langsung menampar pipi kanan-kini sebanyak dua kali. Lalu tersangka mengambil sebatang kayu berukuran 40 cm dan memukul istrinya sampai kayu tersebut patah," ucap Donny.
"Kemudian tersangka mengambil pisau ukir untuk menusuk bagian dada kiri korban. Selain itu pelaku menendang bagian dada atau ulu hati sampai korban pingsan," tambahnya.
3. Melarikan Diri
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama