SuaraJawaTengah.id - Tidak hanya melakukan pelecehan seksual. Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatul Hikmah Al Kahfi Kota Semarang, Muh Anwar alias Bayu Aji Anwari juga melakukan penipuan terhadap santri dan jemaah.
Dia menipu para korban berkedok investasi syariah melalui lembaga keuangan syariah Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Khasanah yang ia dirikan.
Salah satu korban, Slamet Prihatin mengaku merugi sampai Rp100 Juta. Uang yang ia investasikan ke lembaga tersebut sudah tidak bisa ditarik lagi.
"Biaya pondok anak saya di Malang sebesar Rp30 Juta ternyata tidak dibayarkan. Jadi saya bayarnya double ke dia dan pondok," ucap Slamet saat ditemui di Sekretariat AJI Kota Semarang, Kamis (7/9).
"Anak-anak jemaah itu dipondokkan di Malang melalui perantara dia. Segala urusan biaya juga lewat perantara dia," tambahnya.
Borok BMT Khasanah ternyata bodong mulai terungkap saat ada seorang jemaah yang ingin menarik uang tabungan.
Akan tetapi, kata Slamet kas BMT saat itu sama sekali tidak ada. Bahkan dia dan beberapa orang dihubungi Muh Anwar untuk mencarikan uang agar bisa mengembalikan tabungan jemaah tersebut.
"Karena saya masih berprasangka baik, tak anggap kosongnya kas BMT untuk pembangunan pesantren," imbuh Slamet.
Slamet kemudian menuruti perintah Muh Anwar dengan mencari pinjaman ke bank dengan jaminan sertifikat rumahnya.
Baca Juga: Begini Cara Cek Nomor Rekening Terindikasi Penipuan via Portal Kemenkominfo
Seiring berjalan waktua, dia kesal karena Muh Anwar ternyata ingkar janji. Sebelum Slamet berani menggadai sertifikat rumahnya di bank. Slamet dijanjikan akan diberikan sertifikat rumah Muh Anwar sebagi pengganti.
"Kok jadi kayak gini, saya merasa dibohongi. Saya kemudian inisiatif untuk melaporkan ke Polrestabes Semarang supaya jemaah yang mengikuti dia tidak terpengaruh," beber Slamet.
"BMT Khasanah hanya nama, bentuk operasional tidak jelas. Karena kekuasaan tunggal dan pengurusnya hanya dia," lanjutnya.
Awal Mula Pendirian BMT
Slamet menyebut korban penipuan nggak hanya dia. Ada sekitar 100 jemaah yang kemungkinan jadi korban investasi bodong Muh Anwar.
"Kita tertipu karena nggak pernah pakai logika, hanya pakai perasaan. Mungkin paling banyak bu dokter," tutur Slamet sembari menunjuk perempuan yang duduk didepannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya
-
Kembangkan Potensi Alam, Potret Desa Karangjengkol Purbalingga Raih Indonesia Awards 2026