"Kemampuan seseorang dalam mengatasi persoalan dan cara-cara dia melakukan penyelesaian sebenarnya sudah dibentuk dari lingkungan keluarga. Apakah keluarganya merupakan orang-orang yang mudah putus atau tidak," kata perempuan yang akrab disapa Sri saat ditemui Suara.com di Polsek Gajahmungkur, pada hari Kamis (12/10).
Pemberitaan besar-besaran terhadap kasus bunuh diri ternyata dikhawatirkan oleh Sri. Sebab bisa jadi pemicu Copycat Suicide yakni meniru perilaku bunuh diri setelah mengetahui adanya kabar bunuh diri oleh orang lain.
Dia juga tidak menampik belum matangnya sisi emosional usia-usia remaja. Turut berpengaruh bagaimana cara dia dalam menyikapi sebuah permasalahan.
"Orang bunuh diri itu nggak ujug-ujug. Ada niatan dan upaya-upaya sebelumnya. Informasi-informasi tentang kasus bunuh diri lalu dipaparkan secara detail justru semakin menumbuhkan dan menguatkan orang yang sedang depresi untuk melakukan hal yang sama," paparnya.
Baca Juga: 5 Tips Jaga Kesehatan Mental Agar Hidup Tenang, Wajib Sering Healing?
"Maka peran media cukup besar, mohon menyampaikan informasi bunuh diri itu secara bijak. Jangan sampai informasi yang disampaikan ditiru orang-orang yang punya resiko besar melakukan bunuh diri," tambahnya.
Untuk mencegah kasus bunuh diri, Sri meminta semua orang untuk menjadi lingkungan yang positif bagi siapapun. Caranya dengan memperhatikan perilaku orang-orang terdekat disekitar kita.
Misal ada teman yang tiba-tiba perilaku berubah yang tadinya ceria mendadak murung berhari-hari. Patut didekati dan tunjukkan rasa kepedulian dengan menjadi pendengar yang baik jika dia mau bercerita.
"Dengan kepedulian itu paling tidak bisa jadi penolong dan jadi suport sistemnya. Sehingga dia akan berpikir ternyata masih ada orang lain yang peduli dengan saya," tukas perempuan yang menjabat sebagai Dekan Fakultas Psikologi UKWS Salatiga.
Sependapat dengan Sri, Kepala Bagian Psikologi (PSI) Biro SDM Polda Jateng, AKBP Novian Susilo, mengkhwatirkan persoalan copycat suicide. Untuk itu, dia melarang kepada semua orang agar tidak menyebarkan konten-konten yang berkaitan dengan bunuh diri.
Baca Juga: Akhir Hidup Mahasiswa Unnes, Copycat Suicide Bisa Jadi Pemicu
Dia juga meminta media-media untuk tidak menampilkan secara gamblang misalnya surat wasiat yang ditinggalkan para korban.
Berita Terkait
-
5 Teknik Psikoterapi untuk Menangani Gangguan Mental, Ciptakan Coping Mechanism Sehat
-
Penampakan Kim Jong Un Awasi Langsung Uji Coba Drone Bunuh Diri Baru Berbasis AI
-
Di Balik Gaun Pengantin, Luka Psikologis Pernikahan Dini
-
Misteri Kasus Akseyna yang Trending: Profil, Kronologi Kematian, dan Update
-
Benarkah Merokok Berlebihan Bisa Rusak Kesehatan Mental? Ini Faktanya
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
Terkini
-
Operasi Ketupat Candi 2025: Kapolda Jateng Kawal Kenyamanan Pemudik di Jalur Solo-Jogja
-
Terapkan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan, BRI Raih 2 Penghargaan Internasional
-
Pemudik Lokal Dominasi Arus Mudik di Tol Jateng, H+1 Lebaran Masih Ramai
-
Koneksi Tanpa Batas: Peran Vital Jaringan Telekomunikasi di Momen Lebaran 2025
-
Hindari Bahaya, Polda Jateng Tegaskan Aturan dalam Penerbangan Balon Udara