SuaraJawaTengah.id - Kemarau panjang membuat sebagian orang waspada dengan kenaikan harga bahan pangan. Bahkan, soal kelangkaan bahan pangan di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Namun demikian Perum Bulog Perwakilan Jawa Tengah memastikan persediaan beras di provinsi ini mencukupi hingga April 2024.
"Stok sangat cukup, termasuk kalau ada penugasan tambahan dari pemerintah," kata Kepala Perum Bulog Wilayah Jawa Tengah Ahmad Kholisun di Semarang, Kamis (2/11/2023).
Kholisun mengatakan, persediaan beras Bulog Jawa Tengah saat ini mencapai 195 ribu ton.
Adapun kebutuhan penyaluran beras di Jawa Tengah pada 2023 ini, kata dia, mencapai 235 ribu ton.
Bulog Jawa Tengah, lanjut dia, memperoleh penugasan untuk penyaluran bantuan pangan tahap 1 dan dua, serta tambahan di Desember 2023.
"Ada 22.500 ton bantuan pangan untuk Desember," katanya.
Ia menjelaskan pada November dan Desember wilayah Jawa Tengah sudah akan diguyur hujan.
Ia menuturkan dengan dimulainya masa tanam, maka pada Maret 2024 sudah akan panen raya untuk kembali memenuhi persediaan Bulog.
Baca Juga: Transaksi Piutang Pembiayaan Meningkat hingga Rp60 Miliar, BRI Finance Perluas Pasar Jawa Tengah
Sementara itu, 7 ribu ton beras impor asal Kamboja mulai masuk ke Jawa Tengah pada November 2023
Khokisun menyebut beras impor tersebut ditujukan untuk membantu Bulog dalam memenuhi penugasan pemerintah.
Beras hasil tani Surplus
Sementara itu Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mengatakan, stok beras di Jateng pada tahun 2023 mencapai 6,37 juta ton lebih, sementara kebutuhannya hanya sebesar 3,96 juta ton. Dengan demikian, masih terdapat surplus 2,41 juta ton.
"Pangan menjadi prioritas utama dalam pembangunan ekonomi nasional, karena merupakan kebutuhan dasar yang paling esensial bagi manusia untuk mempertahankan hidup," kata Nana.
Dikatakan dia, produksi beras yang surplus menunjukkan perhatian serius Pemprov Jateng pada persoalan pangan. Berbagai program dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menjangkau pangan. Salah satu komoditasnya adalah beras. Upaya menjaga stok pangan juga dalam rangka untuk mengendalikan angka inflasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kabur ke Hutan Dua Hari, Dua Pria di Purbalingga Ditangkap dengan Bukti 23.198 Obat Keras
-
Wakil Ketua MK Ingatkan Bahaya AI: Jangan Sampai Mematikan Kemampuan Berpikir Kritis
-
Heboh Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pati, Bapak dan Kakak Tiri Jadi Pelaku
-
Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana
-
UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR