- Lapas Kelas I Semarang memindahkan 40 warga binaan pada 4 Februari 2026 akibat pengendalian narkoba dari balik jeruji.
- Narapidana Robig Zaenudin diduga menjadi otak peredaran narkoba setelah menerima laporan masyarakat dan pemeriksaan Polda Jawa Tengah.
- Pihak Lapas mengevakuasi Robig beserta narapidana lainnya ke Nusakambangan guna memutus mata rantai kejahatan dan menjaga keamanan lembaga.
SuaraJawaTengah.id - Skandal pengendalian peredaran narkotika dari balik jeruji besi kembali mencuat dan kali ini mengguncang Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang.
Merespons indikasi kuat adanya "bisnis haram" yang dikendalikan oleh warga binaan, pihak Lapas mengambil langkah drastis dengan melakukan "bersih-bersih" besar-besaran.
Sebanyak 40 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) langsung dipindahkan secara massal pada Rabu, 4 Februari 2026 lalu, sebagai upaya memutus mata rantai kejahatan tersebut.
Sorotan utama dalam operasi pemindahan ini mengarah pada sosok narapidana bernama Robig Zaenudin.
Ia diduga kuat menjadi otak di balik pengendalian peredaran narkoba meskipun statusnya sedang menjalani masa hukuman di dalam lapas.
Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, membenarkan bahwa tindakan tegas ini bermula dari adanya keresahan dan pengaduan masyarakat mengenai aktivitas ilegal yang dilakukan oleh Robig.
Tembok penjara tampaknya belum cukup untuk menghentikan aksi Robig. Menyadari bahaya yang ditimbulkan, pihak Lapas berkoordinasi dengan kepolisian untuk mendalami dugaan tersebut.
“Menindaklanjuti laporan tersebut, Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah telah melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan,” ujar Tohari, dalam keterangan resminya, Kamis (23/4/2026).
Pemeriksaan oleh Polda Jateng inilah yang menjadi dasar kuat untuk segera mengevakuasi Robig dan puluhan napi lainnya.
Baca Juga: Ngeri! 5 Fakta Remaja Dibakar Paman di Semarang, Pemicunya Cuma Perkara Mandi
Sebagai langkah antisipasi cepat guna mencegah gangguan keamanan dan ketertiban yang lebih luas, Robig Zaenudin segera "diasingkan" ke pulau penjara dengan pengamanan super ketat, Nusakambangan.
Dalam operasi tersebut, total 40 narapidana dipindahkan dengan rincian: 20 WBP, termasuk Robig, dikirim ke Lapas IIA Gladakan Nusakambangan, sedangkan 20 WBP lainnya dipindahkan ke Lapas Kelas IIB Nirbaya.
Ahmad Tohari menegaskan bahwa kebijakan pemindahan ini memiliki dasar hukum yang kuat, merujuk pada Surat Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah dan Pasal 45 ayat (1) UU Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.
Aturan tersebut membolehkan pemindahan napi dengan pertimbangan kebutuhan pembinaan, aspek keamanan, serta untuk mengatasi masalah kelebihan kapasitas (overcrowding).
“Setiap kebijakan kami jalankan dengan prinsip kepastian hukum dan penghormatan hak asasi manusia,” tegasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Perbanas: Fundamental Perbankan Tetap Solid, Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional
-
BRI Consumer Expo 2026 Permudah Akses Pembiayaan Hunian dan Kendaraan
-
Duh! 5 Tahun Ubah Sawah Jadi Tambak Udang, Pengusaha Batang Jadi Tersangka
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Konflik LSD dengan RTRW Daerah
-
Antisipasi Server Tumbang, Pemprov Jateng Gandeng Alibaba untuk SPMB 2026