SuaraJawaTengah.id - Bertahun-tahun tinggal di Kecamatan Ngaliyan sebagai mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Saya baru menyadari kalau Ngaliyan bisa dibilang sebagai salah satu kecamatan "Rasa Kota".
Meski terletak di ujung barat Kota Semarang. Ngaliyan punya segalanya. Sebagai seorang perantau dari desa, saya seperti dimanjakan dengan akses-akses serba mudah.
Perlu kalian ketahui luasan Kecamatan Ngaliyan sekitar 3.181.96 hektar. Wilayah ini terbagi menjadi 10 kelurahan, 122 RW, dan 868 RT. Sebelum menjadi kecamatan, dulunya Ngaliyan adalah sebuah kelurahan di Kecamatan Tugu.
Sebagai orang perantau yang datang dari Jawa Barat. Saya tidak terlalu kesulitan mencari tempat tinggal. Hampir di seluruh penjuru Ngaliyan terdapat kosan-kosan dengan harga bervariasi.
Soal biaya hidup di Ngaliyan cukup ramah untuk kalangan mahasiswa. Dengan uang Rp15 ribu kalian masih bisa makan nasi dua kali dalam sehari.
Setelah saya menjajaki penjuru-penjuru Ngaliyan. Saya tercengang, semua fasilitas publik ada semua di Ngaliyan. Contoh pertama di bidang pendidikan, paling lengkap mulai dari tingkat dasar TK sampai perguruan tinggi (UIN Walisongo). Belum lembaga pendidikan non formal seperti kursus bahasa inggris, tari, komputer dan lain-lainnya.
Layanan kesehatan di Ngaliyan juga cukup lengkap. Selain terdapat puskesmas dan klinik-klinik. Di Ngaliyan juga terdapat dua rumah sakit besar yakni RS Permata Medika dan RSUD Tugurejo.
Nah, untuk mencari kebutuhan sehari-hari misal belanja bulanan. Di Ngaliyan terdapat dua pasar tradisional. Bahkan banyak retail-retail modern seperti Superindo, Alfamart maupun Indomaret.
Kalau nggak mau repot masak sendiri, di Ngaliyan nggak bakal kesulitan mencari tempat makan. Mulai dari warteg sampai warung makanan kekinian ada semua di Ngaliyan.
Baca Juga: Sinergi Bersama Forkopimda, Mbak Ita Siap Amankan Arus Mudik di Kota Semarang
Bagi kalian yang hobi makan di resto cepat saji, kalian ngga perlu jauh-jauh pergi ke kota atau mall. Sebab di Ngaliyan sendiri hampir semuanya ada diantaranya McDonalds, Burger King, Pizza Hut, Hokben, Gacoan, Oti Fried Chiken dan masih banyak yang lainnya.
Apalagi sekarang ini kalau mau berpergian ke mall atau sekedar nonton bioskop. Nggak perlu turun ke bawah, cukup naik beberapa kilometer ke atas sudah sampai di Uptown Mall BSB City Semarang.
Sedangkan untuk fasilitas berolahraga, warga Ngaliyan biasanya memanfaatkan lapangan bola yang berada di belakang kantor Kecamatan Ngaliyan.
Dan yang paling bikin betah tinggal di Ngaliyan itu banyaknya tempat ngopi seperti kafe atau angkringan yang menyediakan wifi. Bagi mahasiswa hal itu sangat berarti untuk membantu menyelesaikan tugas kuliah maupun skripsian.
Terakhir sebelum banyak hal-hal lain yang belum bisa diceritakan. Intinya Kecamatan Ngaliyan ini seperti "mini kota" semuanya ada. Saya yakin masyarakat yang tinggal disini nggak pernah mengeluh, karena semuanya serba mudah.
Kontributor : Ikhsan
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Tumbuhkan Kesadaran Ekologis, Taj Yasin Ajak Ratusan Santri Tanam Mangrove di Rembang
-
Stafsus Menag Hubungi Ahmadiyah, Dalami Pembubaran Paksa Kemah di Karanganyar
-
Program Mageri Segoro, Ikhtiar Bersama Menjaga Masa Depan Pesisir Jateng
-
Camping Anak Ahmadiyah di Karanganyar Dibubarkan, SETARA Institute: Polisi Jadi Saksi Bisu
-
6 Fakta Pembubaran Kegiatan Pemuda Ahmadiyah