SuaraJawaTengah.id - Arif Rohman, pekerja swasta yang tinggal di Kecamatan Ngaliyan cukup sering kejebak di bangjo alias lampu rambu lalu lintas (traffic light) di persimpangan kalibanteng.
Bangjo di persimpangan kalibanteng memang terkenal dengan durasinya cukup lama. Bahkan beberapa bulan yang lalu bangjo di kalibanteng sempat ramai jadi perbincangan di sosial media.
Ketika berangkat bekerja setiap pagi, Arif menuturkan hal yang paling menyebalkan adalah kejebak macet di bangjo saat melintasi Jalan Pantura Siliwangi.
Bahkan menurut Arif, kemacetan di Jalan Siliwangi bisa mengurai panjang sampai persimpangan Jalan Hanoman. Hal itu disebabkan durasi bangjo di Jalan Pantura Siliwangi cukup lama.
"Siang hari juga sering kejebak macet. Udah mah kepanasan, banyak polusi kendaraan. Penderitaan tuh kayak lengkap banget," kata Arif pada Suara.com, Kamis (23/11/2023).
Lelaki asal Pati ini lalu mengusulkan untuk mengurai kemacetan di persimpangan kalibanteng. Dinas Perhubungan Kota Semarang perlu bikin satu jalan layang lagi menuju arah kota.
"Saya yakin para pengendara lain juga ketika ditanya terkait keluh kesah di bagjo kalibanteng. Jawaban mereka pasti sama," paparnya.
Demi terhindar dari polusi udara dari asap kendaraan saat melintas di jalan tersebut. Arif selalu mengenakan masker untuk menutupi hidungnya.
Berangkat Lebih Awal
Baca Juga: Kerasan di Indonesia, Pelatih PSIS Semarang Tonton Langsung Piala Dunia U-17 2023
Koordinator Area Traffic Control System (ATCS) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Abdul Sukroni menjelaskan persimpangan kalibanteng merupakan persimpangan paling besar di Kota Semarang.
Sehingga sangat berpengaruh terhadap lamanya durasi bangjo disana. Sebab di persimpangan kalibanteng terdapat enam titik bangjo dengan durasi tunggu yang berbeda-beda.
"Simpang kalibanteng memiliki empat kaki simpang jalan nasional. Dimana dua diantanya adalah jalur utama pantura sehingga arus dijalur tersebut sangat padat dan dilalui oleh kendaraan-kendaraan besar," ungkap Sukron.
Diakuinya, satu jalan layang yang ada sekarang baru bisa mengakomodir jalur pantura dari arah kota dan Tanjung Mas. Sedangkan arus pantura dari arah barat menuju kota yang juga volume kendaraan cukup padat belum terakomodir jalan layang.
"Dari arah tersebut tentu membutuhkan waktu cukup panjang agar tidak terjadi penumpukan kendaraan," tuturnya.
Untuk mengurangi jumlah kendaraan di persimpangan kalibanteng. Dishub Kota Semarang sebenarnya sudah punya rencana untuk membangunan Outer Ring Roud dari Mangkang sampai Jalan Arteri Martadinata.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Dugaan Tabrak Lari di Bantul, Pengemudi Mobil Ditangkap Warga Usai Hantam Pemotor Hingga Tewas
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan
-
Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026