"Nanti saya dan pihak klub akan memanggil (suporter Snex). Kenapa mereka seperti itu, masalah sanksi dan lain sebagainya akan kami diskusi dengan pak Yoyok," terangnya.
Buntut kericuhan suporter tersebut nyaris bikin anak kecil berusia tujuh tahun yang duduk di tribun barat terkena lemparan botol.
Hajar Pamuji selaku orang tua anak kecil tersebut sangat menyayangkan kericuhan tersebut. Niatnya jauh-jauh dari Pati ke Semarang untuk mengenalkan sepak bola ke buah hatinya malah berujung trauma.
"Kesannya kok jadi gini, pas perjalanan pulang saya tanya ke anak saya. Besok kalau ada PSIS lagi mau nonton lagi nggak? Jawaban anak saya nggak mau kalau ada suporter PSS Sleman," tutur Hajar.
Seharusnya suporter bisa lebih bijaksana karena di dalam stadion nggak hanya orang dewasa saja yang nonton. Ada anak kecil hingga perempuan yang harusnya mendapat perlindungan.
"Kami yang bawa anak tentunya panik dan berusaha meyelamatkan anak saya dengan mencari tempat yang aman," bebernya.
Bakal Tindak Tegas
Sementara itu, CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi akan membatasi pembelian tiket terhadap oknum-oknum berpotensi bikin kericuhan. Hal tersebut sebagai upaya ketegasan untuk memberi efek jera.
"Nantinya baik oknum suporter tim tamu atau pun suporter yang biasa anarkis akan susah untuk beli. Terus selebihnya kami masih fokus lawan Borneo," ujar Yoyok Sukawi.
Baca Juga: Nyaris Kena Lemparan Botol, Suporter PSIS Semarang: Anak Saya Nggak Mau Nonton Lagi!
Terkait kericuhan, dalam waktu dekat ini Anggota DPR RI itu akan segera melakukan evaluasi bersama Panpel dan merilis sistem ticketing yang terintegrasi baik online mau pun offline. Hal itu guna meminimalisir oknum-oknum masuk ke Stadion Jatidiri.
Berita Terkait
-
Libur Singkat, Ini Momen Bek PSS Sleman Abduh Lestaluhu Rayakan Idulfitri Bersama Keluarga
-
Gustavo Tocantins Beri Sinyal Positif, PSS Sleman Mampu Bertahan di Liga 1?
-
Dibayangi Degradasi, Pieter Huistra Bisa Selamatkan Nasib PSS Sleman?
-
Hasil BRI Liga 1: Drama 5 Gol, Persis Solo Kalahkan PSS Sleman
-
Terima Tantangan Persis Solo, PSS Sleman Ingin Beri Jamuan Mimpi Buruk
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
Terkini
-
Operasi Ketupat Candi 2025: Kapolda Jateng Kawal Kenyamanan Pemudik di Jalur Solo-Jogja
-
Terapkan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan, BRI Raih 2 Penghargaan Internasional
-
Pemudik Lokal Dominasi Arus Mudik di Tol Jateng, H+1 Lebaran Masih Ramai
-
Koneksi Tanpa Batas: Peran Vital Jaringan Telekomunikasi di Momen Lebaran 2025
-
Hindari Bahaya, Polda Jateng Tegaskan Aturan dalam Penerbangan Balon Udara