Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Senin, 04 Desember 2023 | 08:58 WIB
Bos PSIS Semarang, Yoyok Sukawi diketahui menjadi korban luka dalam kericuhan suporter di Stadion Jatidiri, Minggu (3/12/2023) petang. [Suara.com/istimewa]

SuaraJawaTengah.id - PSIS Semarang berhasil mengamankan tiga poin saat bersua PSS Sleman di Stadion Jatidiri, Minggu (3/12/23).

Sayangnya, kemenangan PSIS Semarang dipekan ke-21 musim 2023/2024 sempat diwarnai kericuhan antar suporter yang terjadi di akhir babak kedua.

Berikut ini SuaraJawaTengah.id mencoba merangkum sederet fakta terjadinya kericuhan antar suporter PSIS Semarang vs PSS Sleman tersebut.

1. Yel-yel Provokatif

Baca Juga: Lagi-lagi Panas! Suporter PSIS Semarang vs PSS Sleman Ricuh di Stadion Jatidiri

Kronologi pecahnya kericuhan antar suporter berawal dari yel-yel provokatif yang dinyanyikan suporter PSIS Semarang di tribun utara sekitar menit ke-90an.

Yel-yel provikatif tersebut diduga ditunjukkan kepada suporter PSS Sleman yang hadir di tribun barat.

2. Saling Lempar

Lantaran kondisi tim sedang tertinggal, beberapa suporter PSS Sleman yang mendengar yel-yel provaktif pun kepancing. Mereka sampai nekat menaiki pagar pembatas untuk menemui suporter PSIS Semarang di tribun utara.

Barulah setelah itu terjadi aksi saling lempar antar kedua suporter tersebut. Demi menghindari kericuhan, beberapa suporter yang duduk di tribun barat sampai berlarian ke tengah lapangan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Link Live Streaming PSIS Semarang vs PSS Sleman: Kans Mahesa Jenar ke Tiga Besar

3. CEO PSIS Semarang Terluka

Load More