SuaraJawaTengah.id - Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo kembali ke Jawa Tengah pada masa kampanye Pemilu kali ini.
Mantan Gubernur Jawa Tengah itu meminta seluruh pendukungnya untuk menjaga suara di Jawa Tengah agar tak diambil pihak lain saat pencoblosan Pilpres 2024.
"Jaga rumah kita agar orang lain jangan sampai masuk mengambil punya kita. Paham maksudnya? Jawa Tengah kandangnya, maka kita jaga sekuat-kuatnya," kata Ganjar, saat menghadiri pertemuan dengan TPD, TPC, caleg dan relawan se-Magelang di Desa Candirejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (17/12).
Menurutnya, Jawa Tengah perlu dijaga, karena provinsi ini merupakan kandang banteng atau penghasil suara terbesar bagi PDI Perjuangan di pemilu.
"Bantengnya mana? Tenang, pak ini baru banteng. Nanti PPP-nya juga, Hanura-nya juga, Perindo-nya juga. Jangan khawatir," tegasnya.
Berdasarkan data dari KPU RI pada Pilpres 2014, PDI Perjuangan menempati posisi pertama raihan suara terbanyak di Jawa Tengah sekitar 4.295.598 suara.
Kemudian Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan PDI Perjuangan berhasil meraih dukungan 5,77 juta suara di Provinsi Jawa Tengah pada Pemilu 2019. Capaian tersebut porsinya mencapai 29,71 persen dari total suara 19,42 juta suara di provinsi tersebut.
Sebagai informasi, jumlah suara Jawa Tengah berkontribusi sebesar 13,87 persen dari total suara sah nasional yang berjumlah 139,97 juta suara pada Pemilu 2019.
Kendati demikian, sambung dia, partai politik pengusung Ganjar Pranowo dan Mahfud Md. di Pilpres 2024 tak hanya PDI Perjuangan melainkan PPP, Hanura dan Perindo.
Baca Juga: Masih Belum Terkalahkan, Elektabilitas Prabowo-Gibran Capai 50,8 Persen
Mantan Gubernur Jawa Tengah itu mengatakan masa kampanye menyisakan waktu dua bulan saja. Oleh karena itu, Jawa Tengah akan menjadi rumah untuk Ganjar-Mahfud.
"Jaga TPS, dan Jawa Tengah akan menjadi lumbungnya Ganjar-Mahfud yang paling tinggi. Kita sudah tunjukkan berkali-kali, 2 Pilpres sebelumnya Jawa Tengah menyumbang suara tertinggi," ujar Ganjar.
Tak hanya itu, Ganjar juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjadi relawan. Ia tak akan melupakan bagaimana perjuangan memenangkan calon yang didukungnya pada saat itu.
"Saya ikut bersama anda pada saat itu. Saya tidak pernah lupa akan bau keringat yang tertumpah, akan capek dan lelah yang kita rasakan, rasa ngantuk yang terlihat dari muka. Saya tidak akan pernah lupa, dan saya juga tidak akan melupakan jerih payah semua yang kita lakukan ini," pungkasnya.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menetapkan tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden sebagai peserta Pilpres 2024, yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dengan nomor urut 1, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka nomor urut 2, dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md nomor urut 3.
Masa kampanye juga telah dijadwalkan mulai 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024, kemudian jadwal pemungutan suara pada tanggal 14 Februari 2024.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
OTT Bupati Sudewo, Gerindra Jateng Dukung Penuh Penegakan Hukum dari KPK
-
Gebrakan Awal Tahun, Saloka Theme Park Gelar Saloka Mencari Musik Kolaborasi dengan Eross Candra
-
Deretan Kontroversi Kebijakan Bupati Pati Sudewo Sebelum Berakhir di Tangan KPK
-
OTT KPK di Pati: 6 Fakta Dugaan Jual Beli Jabatan yang Sudah Lama Dibisikkan Warga
-
7 Kontroversi Bupati Pati Sudewo Sebelum Kena OTT KPK, Pernah Picu Amarah Warga