Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Selasa, 06 Februari 2024 | 16:38 WIB
Workshop Film Pendek SOS 2023 bersama Wregas Bhanuteja dan Aco Tenri. [Dok Indosat]

Dalam konteks pembuatan film, Aco Tenri mengingatkan bahwa film adalah suatu bentuk cerita yang disampaikan kepada penonton melalui rangkaian gambar bergerak. Sebagai pembuat film, kita perlu menyadari adanya elemen-elemen tertentu yang pasti ada dalam film, terutama ketika mengangkat tema sensitif seperti hate speech.

“Kita sebagai filmmaker harus aware kalau ada ada elemen-elemen ini yang pasti ada di film. Punya cerita, kita punya penonton, kita punya rangkaian gambar bergerak.” ucap Aco.

Penting untuk selalu menyadari audiens yang akan menyaksikan karya kita. Dalam proses kreatif, kita perlu memahami bagaimana membungkus cerita kita dalam bentuk audio-visual agar audiens dapat benar-benar menangkap argumen atau pesan yang ingin kita sampaikan.

Kesadaran terhadap cara penyampaian pesan dan dampaknya pada penonton menjadi kunci dalam menghadapi isu sensitif seperti hate speech di dalam karya seni yang kita ciptakan.

Baca Juga: Indosat Ooredoo Hutchison Tingkatkan Kapasitas Jaringan di 53 Titik di Jawa Tengah Sepanjang Libur Natal dan Tahun Baru

“Perlu aware kalau kita bikin cerita ini ada yang nonton loh, dan gimana caranya membungkus itu dalam audio-visual agar pentontong menangkap betul argumen kita, atau cerita kita itu” pungkasnya.

Wregas: Bisa Muncul dari Pengalaman Pribadi

Wregas Bhanuteja memberikan perspektif pribadinya, menceritakan inspirasi di balik film pendeknya yang berkisah soal lemari.

Pada tahun 2014, Wregas lulus dari Institut Kesenian Jakarta dengan tugas akhir, sebuah film pendek berjudul Lemantun (2014) tentang lemari warisan neneknya. Sebuah cerita unik tentang warisan berupa lemari dari neneknya, yang memunculkan pertanyaan yang menuntunnya untuk menciptakan karya tersebut.

“Warisannya bukan berupa uang, bukan perhiasan tetapi berupa lemari. Jadi lemari itu selalu dibeli ketika nenek itu melahirkan satu orang anak. Dan nenek ingin lemari itu segera keluar dari rumahnya. Ada delapan lemari. Supaya tidak iri akan bentuk dan lainnya, nenek saya sudah membuat kartu undian, dengan masing-masing nomornya” jelasnya.

Baca Juga: Wow! Indosat Ooredoo Hutchison, Asianet, dan MNC Play Lakukan Akuisisi Strategis, Dorong Transformasi Digital

Momen ini bagi Wregas cukup signifikan dan juga absurd tapi menarik menjadi sebuah cerita film.

Load More