Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Rabu, 13 Maret 2024 | 02:55 WIB
Gibran Rakabuming Raka. [Instagram/Gibran Rakabuming Raka]

SuaraJawaTengah.id - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka disebut-sebut berpeluang menduduki kursi calon Ketua Umum Partai Golkar. Hal itu diungkapkan oleh Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari.

Ia mengatakan Gibran berpeluang jadi Ketua Umum Partai Golkar karena faktor Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

"Sebagai partai besar, tentu Golkar partai yang sangat menarik untuk dibahas dan didiskusikan. Karena itu dikaitkan dengan Pak Jokowi sebagai calon potensial untuk menjadi ketua umum Golkar ke depan," katanya dikutip dari ANTARA pada Selasa (12/3/2024).

Hal itu disampaikan Qodari, menanggapi pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo, yang menyebut empat nama potensial sebagai Ketum Golkar yakni Airlangga Hartarto, Bambang Soesatyo, Bahlil Lahadalia, dan Agus Gumiwang Kertasasmita.

Baca Juga: Prabowo-Gibran Menang Versi Quick Count, IHSG Kamis 15 Februari 2024 Melesat

"Di luar empat nama yang disebutkan Bamsoet, menurut saya ada satu calon yang juga sangat potensial untuk menjadi Ketum Golkar ke depan yaitu Gibran Rakabuming Raka,” ungkapnya.

Qodari menjelaskan dua alasan putera sulung Presiden Jokowi itu layak menakhodai Partai Golkar. Pertama, Gibran tidak lama lagi menduduki jabatan posisi strategis sebagai orang nomor dua di Indonesia, pada saat dilantik menjadi wakil presiden secara resmi pada Oktober 2024.

Kata dia, selama ini karakteristik Partai Golkar memiliki kecenderungan sebagai partai yang melekat sebagai bagian dari pemerintahan, tentunya linear dengan Gibran sebagai wapres sekaligus ketua umum Partai Golkar.

“Partai Golkar punya kecenderungan yang sangat kuat untuk memiliki kaki, memiliki akses di pemerintahan, bukan hanya menteri tetapi juga atau bahkan wakil presiden, karena Golkar adalah partai yang ideologinya karya dan kekaryaan dan selalu berorientasi untuk menjadi bagian dari pemerintahan,” jelasnya.

Qodari melihat pengalaman itu terjadi pada wakil presiden (wapres) ke-10 dan 12 Jusuf Kalla saat menjabat pertama kali pada periode 2004-2009. Pada saat yang sama, JK juga berhasil menduduki ketua umum Golkar.

Baca Juga: TKD Prabowo-Gibran Temukan Dugan Kecurangan di Jateng, Surat Sudah Tercoblos

Alasan kedua, kata Qodari, Partai Golkar ke depan harus berorientasi terhadap anak muda karena pemilih terbanyak berasal dari kalangan muda. Oleh sebab itu, tantangannya partai Golkar juga harus diisi oleh banyak anak-anak muda.

Load More