Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 23 Maret 2024 | 16:05 WIB
Potret tradisi Semaan Al Quran di serambi Masjid Agung Semarang. Sabtu (23/3/24) [Suara.com/Ikhsan]

Selepas Ahmad Naqib Noor Alhafid meninggal dunia pada tahun 2020. Tradisi Semaan Al-Quran sempat vakum. Lalu dimulai kembali dengan menggunakan beberapa tokoh agama.

Namun pada tahun 2023 kemarin, pengurus Masjid Agung Semarang telah bermusyarawah untuk menggunakan satu kiai saja yang memimpin tradisi Semaan Al-Quran.

"Para jemaah yang datang ke sini udah niat dan meluangkan waktu. Misalnya 11 bulan untuk kerja. Satu bulannya selama ramadan full untuk ngaji," imbuhnya.

Sedari dulu tradisi Semaan Al-Quran dimulai sehabis salat dzuhur sampai waktu ashar. Sampai sekarang masih banyak orang luar kota khususnya dari Demak mengikuti tradisi tersebut.

Baca Juga: Ini Jadwal Azan Magrib Kota Semarang dan Sekitarnya pada 21 Maret 2024

"Kita pernah mengadakan semaan jam 10 pagi ternyata sedikit yang datang. Terus pernah ngaji hadis sore hari juga sedikit yang datang. Jadi pasnya itu memang sehabis dzuhur," pungkasnya.

Kontributor : Ikhsan

Load More