SuaraJawaTengah.id - Pengamat politik Universitas Diponegoro (Undip), Wijayanto, menilai nama Yoyok Sukawi paling berpeluang menjadi calon wali kota Semarang pada Pilkada Kota Semarang 2024. Hal itu menyusul elektabilitas dan kepopuleran politikus Partai Demokrat itu di kalangan publik Ibu Kota Jawa Tengah (Jateng).
Hal itu disampaikan Wijayanto menanggapi nama-nama yang masuk dalam bursa calon wali kota Semarang. Sebelumnya ada lima nama yang santer dikabarkan masuk bursa calon wali kota Semarang tahun 2024. Kelima nama itu yakni Sekretaris DPC PDIP Kota Semarang yang juga Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman alias Pilus; Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Ade Bhakti; Ketua Kadin Kota Semarang, Arnaz Andrarasmara, dan Yoyok Sukawi.
Sebenarnya ada satu nama lagi yang masuk dalam bursa calon wali kota Semarang pada Pilwalkot atau Pilkada Kota Semarang 2024, yakni Hevearita Gunaaryanti Rahayu, yang saat ini juga menjabat sebagai Wali Kota Semarang. Meski demikian, Ita, sapaan akrab Hevearita, menyatakan mundur atau enggan dicalonkan kembali dalam Pilkada Kota Semarang.
Menurut Wijayanto, dari lima nama yang masuk bursa calon wali kota Semarang itu, hanya Yoyok Sukawi, yang dianggap paling pas. Hal itu dikarenakan popularitas Yoyok Sukawi yang cukup besar dibandingkan kandidat lainnya.
“Dari pengamatan subyektif saya sebagai warga Semarang sekaligus pengamat, nama Yoyok masih populer dibandingkan lima nama itu. Kenapa? Karena dia kader Demokrat, di legislatif (Pemilu DPR) suaranya eksis. Selain itu, dia juga anak mantan Wali Kota Semarang 2000-2010 (Sukawi Sutarip) yang kala itu cukup populer. Dia juga memegang satu alat politik yang cukup istimewa, yakni PSIS (klub sepak bola).Kalau dari kalangan birokrasi, mereka menonjol tapi di bawah Wali Kota. Jadi berat. Malah lebih masuk jadi wakil,” ujar Wijayanto dikutip dari keterangan tertulis pada Selasa (26/3/2024).
Wijayanto juga menilai Ita, sapaan karib Wali Kota Semarang, masih berpeluang maju dalam kontestasi Pilkada atau Pilwalkot Semarang 2024. Kendati, Ita telah menyatakan enggan dicalonkan kembali.
Meski demikian, Wijayanto melihat Ita dari hari ke hari justru kian akrab dengan para elite PDIP di tingkat pusat, termasuk Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Enggak maju itu kalimat standar politisi di Indonesia. Contoh Jokowi, Gibran, bilang enggak maju tapi nyatanya? Itu [enggak maju] hanya kalimat sopan santun lokal saja, karena politisi di Indonesia diharapkan jangan terlalu berambisi menang. Kalau kelihatan [berambisi] malah akhir dari karier politik, seperti Ganjar yang sebelumnya sangat berambisi sebelum ditinggal Jokowi. Makanya kan jawabanya Ita ada kalimat ‘kalau masih diminta maju ya bakal maju’. Berarti masih ada potensi [maju kembali]," terangnya.
Wijayanto pun berharap banyaknya nama-nama yang berpotensi maju ini membuat Pilwakot Semarang pada Pemilu 2024 tak hanya sebatas calon tunggal atau melawan kotak kosong. Sebab, hal tersebut merupakan potret buruk dari demokrasi dan gagalnya partai-partai dalam melakukan kaderisasi.
Baca Juga: Yoyok Sukawi Dipastikan Kembali Melenggang ke Senayan, Dapatkan Kursi ke-7 di Dapil Jawa Tengah 1
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
GIIAS Semarang 2026 Bidik Pasar Jateng, 19 Merek Siap Pamer Teknologi Baru
-
PAD Jateng Baru 62,9 Persen, Masih Kurang Rp5,9 Triliun untuk Kejar Target 2026
-
Bhimasena Run for Whale Shark 2026: Saat Langkah Kaki Membawa Pesan untuk Laut
-
Semen Gresik Kolaborasi Bersama Warga Desa Pasucen, Gotong Royong Bersihkan Aliran Mata Air Brubulan
-
Pencarian Semalaman Berakhir Tragis, Siswa SMK Ditemukan Tewas 50 Meter dari Pantai Jatisari Rembang