SuaraJawaTengah.id - Kabut mulai turun kala matahari bergeser ke arah barat. Udara sejuk kembali menyelimuti desa setelah berjemur sinar matahari seharian. Seakan saling melengkapi keberagaman beragama.
Sayup-sayup suara tadarus dari pengeras Masjid mulai terdengar saling bersahutan, tepat ketika para jamaah sholat ashar hendak pulang.
Keindahan Desa Buntu, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo bukan hanya karena panorama pegunungan yang menawan, tapi kerukunan warga meski berbeda keyakinan.
Terdapat 4 agama di Desa yang terletak di ketinggian 1300 mdpl ini, diantaranya adalah Islam, Katolik, Kristen, dan Budha. Dari empat agama tersebut, tiga diantaranya memiliki tempat ibadah yang berjarak 80 meter sampai 100 meter saja.
Kerukunan warga Desa Buntu dalam beragama menggambarkan nilai kesatuan. Pasalnya, tidak hanya sebatas toleransi, namun para warga sampai sudi untuk saling membantu ketika salah satu agama sedang mempunyai hajat.
"Seperti selama bulan puasa ini. Karena jalan utama desa cuma satu, jadi kalau umat muslim sedang salat tarawih itu jalannya ditutup agar tidak ada kendaraan melintas. Selama tarawih berlangsung, yang lain (umat selain muslim) yang jaga portalnya biar salatnya bisa khusuk,"ungkap Tuwarno, Ketua Stasi umat Katolik Desa Buntu.
Aksi tersebut juga dilakukan ketika perayaan paskah atau natal. Ia menyebut, umat islam dan Budha membantu mempersiapkan keperluan di luar gereja.
"Jadi ketika kami beribadat di dalam gereja, teman Muslim dan Budha menyiapkan segala sesuatunya di luar seperti konsumsi dan keperluan lainnya. Karena memang banyak yang disiapkan dan kami biasanya juga mengundang beberapa tokoh dari agama lain," jelasnya.
Kondisi serupa juga diungkapkan oleh umat Buddha Desa Buntu Sriah. Ia menyebut, kerukunan warga desa tidak hanya dalam beragama, namun juga dalam kehidupan bermasyarakat.
"Kalau di sini memang saling menjaga dan membantu ketika ada perayaan hari besar atau ada ibadah dari agama lain. Tapi juga dalam bermasyarakat, warga sini suka gotong royong. Misal ada orang sakit atau meninggal itu datang semua dan membantu keperluannya tanpa memandang agamanya apa," ungkap Sriah.
Kerukunan antar umat dalam bermasyarakat di Desa Buntu sudah terbentuk sejak dulu. "Belum pernah terjadi masalah tentang perbedaan agama. Alhamdulillah semua rukun dan saling membantu," jelas Suwoto, Kepala Desa Buntu.
Keterlibatan antar umat juga terjadi ketika pembangunan Mushola. Ia menyebut, umat agama lain turut membantu dalam pengerjaan.
"Belum lama ini ada pembangunan Mushola. Tidak hanya umat Muslim saja, warga lain yang beda agama juga ikut datang membantu tanpa ada yang meminta atau menyuruh," ungkapnya.
Toleransi antar umat juga terwujud ketika salah satu pemeluk agama sedang beribadah maka umat yang lain akan menjaga.
"Saling menjaga ketika sedang ada yang ibadah di rumah ibadah masing-masing. Hanya saja di Desa Buntu belum ada rumah ibadah untuk umat Kristen sehingga ibadahnya ke luar desa. Itupun hubungan antar warga tetap baik," terangnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
Berbagi Kebaikan di Kota Surakarta, Bank Mandiri Gelar Buka Puasa, Santunan, dan Khitanan
-
Vonis 6 Bulan Penjara, Botok dan Teguh Langsung Bebas! PN Pati Jatuhkan Hukuman Percobaan
-
Perusahaan di Jateng Telat Bayar THR Bakal Disangksi, Begini Cara Melaporkannya
-
Mudik Gratis TelkomGroup 2026 Dibuka, Ini 7 Fakta Penting Rute, Kuota, dan Cara Daftarnya
-
Sikap Tegas Undip di Kasus Pengeroyokan Mahasiswa: Hormati Proses Hukum, Sanksi Berat Menanti