Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Senin, 22 April 2024 | 07:15 WIB
Sosok "Kartini" masa kini Mahmudah saat mengemudikan truk tanki. [Istimewa]

SuaraJawaTengah.id - Merayakan Hari Kartini tak hanya sekadar upacara dengan menggunakan kebaya. Makna lebih dalam dari peringatan hari nasional ini adalah dengan meneladani sosoknya yang inspiratif dan pantang menyerah.

Saat ini banyak sosok Kartini masa kini yang bisa kita jadikan teladan dari kisahnya. Salah satu Kartini masa kini adalah Mahmudah. Perempuan asal Purworejo ini berjasa mengantarkan BBM menggunakan mobil tangki Pertamina ke berbagai kota mulai dari Yogyakarta, Purworejo hingga Magelang.

Mahmudah cukup nekat untuk belajar mengendarai mobil besar meski awalnya dilarang oleh orang tua. Setelah bertambahnya usia perempuan dengan 4 anak tersebut mahir mengemudi kendaraan besar.

"Pertama kali menjadi driver tahun 1996 sebagai supir bis pariwisata. Waktu itu saya berkendara lumayan jauh dan jarang pulang. Sehingga saya sering kangen dengan suami dan anak. Tapi saya tetap jalani dengan ikhlas," kata Mahmudah.

Baca Juga: Selain RA Kartini, Ini 3 Pahlawan Perempuan dari Jawa Tengah yang Menjadi Inspirasi Kaum Wanita

Setelah keluar menjadi supir bis pariwisata, Mahmudah memutuskan untuk mendaftar sebagai Awak Mobil Tangki di PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Rewulu Yogyakarta.

"Saya mulai bekerja menjadi Awak Mobil Tangki sudah sejak tahun 2013 hingga saat ini. Awal bekerja dulu lumayan berat, karena harus beradaptasi dengan cuaca yang lumayan panas dan harus mengangkat pipa yang lumayan berat untuk memasukan BBM ke Mobil Tangki," ucap Mahmudah.

setelah 11 Tahun menjadi Awak Mobil Tangki, Mahmudah mengaku senang dan bersyukur karena selain bisa bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, ia juga lebih sering berkumpul dengan anak dan suami di Purworejo.

"Alhamdulillah sekarang lebih bersyukur, disini jam kerjanya teratur dan dapat libur 2 hari. Jadi saya bisa pulang dari hari Jumat sore sampai hari Minggu," kata Mahmudah.

Menjadi pengemudi truk perempuan, Mahmudah banyak mengundang rasa heran dari pengendara lain. Ia teringat pernah mendapat celotehan dari pengemudi lain "Apa gak kebalik? kok yang cewek di kanan (supir), yang cowok di kiri (kernet)!"

Baca Juga: Perjuangan Raden Adjeng Kartini, Sosok Pahlawan Emansipasi Wanita Indonesia

Mendengar hal tersebut, Mahmudah merespons dengan senyuman.

Load More