Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Senin, 22 April 2024 | 14:14 WIB
Suasana Toko Eni milik Tri Ananto di Gunungpati, Kota Semarang. [Suara.com/Budi Arista Romadhoni]

"Dulu, ya toko klontong dan counter. Tahun 1999 toko klontong sudah buka, kemudian counter tahun 2009," ucapnya.

Warga Semarang itu pun menceritakan pasang surut usahanya itu. Ia mengaku pernah memiliki karyawan hingga 40 orang.

"Kalau agen BRILink sekarang ada 2. Ya ini sebagai langkah inovasi toko klontong dan counter Pulsa, sekarang karyawan saya ini turun menjadi 20 orang. Dulu sempat hampir 40 orang, saat counter pulsa memasuki masa jaya-jayanya dan punya 7 cabang," ujarnya.

"Saat counter mulai meredup, ya kita mencari cara salah satunya jasa perbankan itu. Karena semua transaksi menggunakan teknologi. Dan menjadi Agen BRILink jadi solusi," tambahnya.

Baca Juga: PSIS Semarang Belum Menyerah, Optimis Kejar 4 Besar BRI Liga 1

Menurutnya, saat ini jasa transaksi perbankan tumbuh dengan pesat di Kota Semarang. Toko-toko klontong dan pulsa bisa menyesuaikan kebutuhan masyarakat.

"Sekarang orang butuh jasa kirim uang, atau penarikan uang tunai, bisnis jasa perbankan ini yang lagi menarik," ucapnya.

Namun demikian, Ia berharap BRI harus mengantisipasi masa depan. Sebab, ia mengalami masa terpuruknya toko-toko penjual pulsa.

"Harapannya ya biaya admin bisa diturunkan lagi, karena semakin berkembangnya zaman, ini juga persaingan perbankan juga semakin ketat. Kemudian soal perizinan juga sekarang agak diperketat, itu juga kalau bisa dipermudah. Selain itu materi promosi juga penting, intinya ada perbaikan dan inovasi baru," jelasnnya.

Sementara itu Pemimpin Cabang BRI Semarang Pattimura, Erwin Nur Himawan menyebut sudah ada 2.884 orang yang kini bergabung menjadi Agen BRILink.

Baca Juga: Iswar Aminuddin Masih Enggan Beri Komentar Soal Maju di Pilwakot Semarang

Peran Agen BRILink di Kota Semarang kini sangat berdampak pada layanan perbankan. Bahkan antrian di BRI Cabang pun mulai berkurang karena sudah terlayani.

Load More