SuaraJawaTengah.id - Bangkit dari keterpurukan tidak lah mudah. Apalagi saat Pandemi Covid-19 tengah melanda di Indonesia.
Namun hal itu dilakukan Lita Novita, 54, Pemilik UMKM Lits Cooking. Ia menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dari perusahaan tempatnya bekerja.
Lita pun akhirnya memutuskan untuk membuka usaha di saat virus corona tengah menyebar di Indonesia.
"Saya dulu kerja di mebel, suami di cat Dari awal pandemi, saya dan suami saat itu sama-sama kena PHK. Bingung mau ngapain. Saya dari situ muncul coba jualan," ucapnya saat ditemui Suara.com pada Rabu (24/4/2024).
Ia pun mengaku sempat bingung setelah membuka usaha. Pasalnya, UMKM adalah dunia yang baru baginya.
"Kemudian ada yang ngasih info untuk gabung ke rumah BUMN, bisa dapat ilmu dari digital marketing, pemasaran, dan ikut bazar," ucapnya.
Menurutnya, dengan gabung dengan Rumah BUMN BRI Semarang saat itu adalah keputusan yang tepat. Apalagi ia hanya mempunyai pengalaman di perusahaan mebel tempatnya bekerja.
"Kita bisa dapat pengalaman, BRI juga membantu bisa memasarkan produk. Waktu itu hanya kue kering saja, kemudian muncul ide untuk jualan makanan siap saji. Siaomay, dimsum, dan mengikuti pasar pangsar, intinya melihat pasar anak sekolah, dan itu kita jual di bazar yang dilakukan di sekolah, atau umum," ujarnya.
Usaha milik Lita pun makin berkembang dan semakin dikenal banyak orang. Ia bahkan memberanikan diri untuk menjajakan dagangannya di marketplace.
Baca Juga: Kisah Sri Purniyanti, Inovasi Kios Pulsa Jadi Agen BRILink, Hasilkan Cuan Jutaan Rupiah
"Kalau best seller ya Brownis dan kue kering saat momen lebaran atau natal. Pemasaran marketplace dari shoppe, tapi yaitu kalau pembelian dari online berisiko pecah, karena pakai jasa pengiriman," ucapnya.
"Brownis itu kita jual Rp40 ribu hingga Rp65 ribu yang premium. Kue kering dijual Rp70 ribuan," tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Rumah BUMN Semarang, Endang Sulistiawati mengungkapkan kini sudah ada 7.000 UMKM yang bergabung.
Rumah BUMN Semarang sampai saat ini telah memfasilitasi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan menggelar berbagai pelatihan yang dibutuhkan untuk pengembangan usaha.
Rumah BUMN Sendiri didirikan pada 2017 oleh BRI. Pelaku UMKM dipersilakan bergabung dengan Rumah Kreatif BUMN secara gratis. Persyaratan memiliki usaha dan cukup menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
"Kita tujuan akhirnya adalah go global, bisa ekspor," ujar Koordinator Rumah BUMN BRI Semarang tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
6 Fakta Pembubaran Kegiatan Pemuda Ahmadiyah
-
Polisi Bubarkan Perkemahan Pemuda Ahmadiyah, Jubir JAI: Itu Cuma Camping Anak-Anak dan Olahraga
-
Musim Kemarau Sudah Dekat, BMKG Beri Peringatan Hujan Masih akan Mengguyur Wilayah Jateng
-
Apresiasi Ombudsman Jateng, YPAI biMBA AIUEO: Keadilan untuk Rumah Baca Purbalingga Terwujud
-
Predator Dana Hari Tua: Eks Pegawai Bank Tipu 60 Pensiunan di Purwokerto Lewat Investasi Bodong