Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 03 Mei 2024 | 15:05 WIB
Penjabat Bupati Banyumas Hanung Cahyo Saputro (kanan) menyaksikan penggunaan drone pertanian untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT) khususnya hama wereng batang cokelat di area persawahan Desa Pegalongan, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jumat (3/5/2024). [ANTARA/Sumarwoto]

"Efektif karena bisa menjangkau banyak area, efisen karena kalau dilakukan secara manual membutuhkan biaya Rp900 ribu per hektare, jika pakai drone pertanian cukup Rp450 ribu per hektare," kata Jaka.

Load More