SuaraJawaTengah.id - Peringatan dini diberikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Gelombang tinggi berpotensi terjadi di pantai selatan Jawa Tengah.
BMKG pun mengimbau nelayan di pesisir selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi pada musim angin timuran yang merupakan masa panen ikan.
Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo, mengatakan musim angin timuran yang berlangsung di wilayah selatan Indonesia pada bulan Juni-Oktober identik dengan masa panen ikan bagi nelayan, khususnya yang berada di pesisir selatan Jabar-DIY.
"Saat ini hingga beberapa hari ke depan, tinggi gelombang memang masuk kategori sedang (1,25-2,5 meter) meskipun beberapa hari sebelumnya sempat terjadi gelombang tinggi (2,5-4 meter)," katanya dikutip dari ANTARA di Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (1/6/2024)
Akan tetapi, ketika musim angin timuran telah menguat, kata dia, potensi terjadinya gelombang tinggi hingga sangat tinggi (4-6 meter) diprakirakan sering terjadi.
Menurut dia, peningkatan tinggi gelombang sebagai dampak dari menguatnya musim angin timuran tersebut biasa terjadi saat puncak musim angin timuran yang diprakirakan berlangsung pada bulan Juli-September.
Dalam hal ini, lanjut dia, pola angin pada puncak musim angin timuran cenderung searah dengan kecepatan tinggi, sehingga berpotensi meningkatkan tinggi gelombang.
"Oleh karena itu, kami mengimbau nelayan di pesisir selatan Jawa Barat hingga Daerah Istimewa Yogyakarta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya peningkatan tinggi gelombang laut," kata Teguh.
Sebelumnya, Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Mino Saroyo Cilacap Untung Jayanto mengakui saat sekarang nelayan di pesisir selatan Kabupaten Cilacap telah memasuki masa panen ikan, sehingga hasil tangkapan yang dilelang di 8 tempat pelelangan ikan (TPI) yang dikelola KUD Mino Saroyo mulai meningkat meskipun belum signifikan.
Baca Juga: Dear Caleg Terpilih, Segera Serahkan LHKPN Sebelum Pelantikan
"Puncak masa panen diperkirakan berlangsung pada bulan Agustus-September," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kabur ke Hutan Dua Hari, Dua Pria di Purbalingga Ditangkap dengan Bukti 23.198 Obat Keras
-
Wakil Ketua MK Ingatkan Bahaya AI: Jangan Sampai Mematikan Kemampuan Berpikir Kritis
-
Heboh Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pati, Bapak dan Kakak Tiri Jadi Pelaku
-
Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana
-
UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR