Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Senin, 03 Juni 2024 | 14:24 WIB
Anggota DPR RI Yoyok Sukawi. [Istimewa]

SuaraJawaTengah.id - Komisi X DPR RI menggelar rapat kerja (raker) dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga serta PSSI di Ruang Rapat Komisi X DPR, Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta pada Senin (3/6/2024).

Raker tersebut membahas terkait rencana PSSI melakukan naturalisasi kepada dua pemain keturunan yakni Calvin Ronald Verdonk yang membela NEC Nijmagen di Eredivise Belanda dan Jens Raven yang membela FC Doordrecht U-21 di Belanda pula.

Pada kesempatan tersebut, hadir para pimpinan dan anggota Komisi X DPR serta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo beserta jajaran, serta Sekjen PSSI Yunus Nusi beserta jajaran.

Pada kesempatan tersebut, salah satu anggota Komisi X DPR, Yoyok Sukawi menanyakan dua hal mengenai proses naturalisasi.

Baca Juga: Munkinkah Yoyok Sukawi Didukung Koalisi Indonesia Maju di Pilwalkot Semarang?

Yoyok Sukawi menanyakan bagaimana PSSI melakukan rekruitmen kepada pemain naturalisasi dan yang kedua mengenai pertanyaan apakah para pemain naturalisasi bersedia membela Timnas karena ada iming-iming uang atau tidak.

"Yang pertama saya apresiasi dulu karena peringkat Timnas di FIFA terus naik. Mungkin pertanyaan yang pertama Pak Sekjen bisa disampaikan kepada kami dan masyarakat seluruh Indonesia, mungkin ini pertanyaan yang cukup banyak di masyarakat yaitu bagaimana proses perekrutan pemain-pemain naturalisasi ini? Karena di luar simpang siur yaitu ada yang berkata yang mencari Shin Tae-yong, ada yang bilang team scouting khusus, ada juga yang bilang tim pelatih, netizen-netizen juga ada yang bercanda yang nyari dukun ini karena dapatnya bagus-bagus terus. Nanti mohon dijelaskan gimana perekrutannya," ujar Yoyok Sukawi.

"Kedua yang ramai isu di luar terkait pemain naturalisasi ini mendapatkan bayaran atau mendapat iming-iming uang untuk bergabung bersama Timnas. Karena pemain-pemain ini rata-rata pemain grade A di negara asalnya dan klubnya juga baik dan mendapat bayaran cukup besar di klubnya. Silakan Pak Sekjen dan Pak Menpora bisa menceritakan bahwa anak-anak naturalisasi ini memiliki keinginan untuk membela Timnas tanpa bayaran," lanjut Yoyok Sukawi yang juga mantan anggota Executive Committee (Exco) PSSI ini.

Pertanyaan tersebut lantas dijawab oleh Menpora Dito Ariotedjo bahwa pemain yang dinaturalisasi hanya yang memiliki darah keturunan dan murni kepentingan Timnas, bukan untuk kepentingan klub di Liga Indonesia.

"Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, pemain-pemain tersebut merupakan diaspora dan ini strategi jangka pendek. Ada perbedaan signifikan di 2010, ketika itu naturalisasi untuk klub, namun sekarang untuk kepentingan Timnas dan pemain yang dinaturalisasi wajib memiliki darah Indonesia. Jadi kami tidak benar-benar impor 100 persen, jadi yang memiliki darah langsung Indonesia," kata Dito Ariotedjo.

Baca Juga: Yoyok Sukawi Cari Dukungan ke PSI Kota Semarang, Melly: Tokoh Pertama yang Daftar

Sementara dari Sekjen PSSI Yunus Nusi juga menjawab secara lugas bahwa pemain-pemain yang dinaturalisasi tidak diberi iming-iming uang.

Load More