SuaraJawaTengah.id - Memasuki tahun ajaran baru, masyarakat akan disibukan dengan mencari sekolah untuk anak-anaknya. Bahkan, upaya bisa masuk ke sekolah favorit pun dilakukan banyak pihak.
Namun demikian, Dinas Pendidikan Kota Semarang menegaskan bahwa kualitas sekolah-sekolah negeri, terutama sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), sudah sama sehingga tidak ada lagi istilah sekolah "favorit".
"Sekolah sekarang ini sama, tidak ada (sekolah, red.) favorit dan tidak favorit," kata Kepala Disdik Kota Semarang Bambang Pramusinto dikutip dari ANTARA pada Jumat (7/6/2024).
Ia mencontohkan SMPN 43 yang berada di wilayah pinggiran, tetapi bisa membuat solar dari bahan sampah plastik, demikian pula sekolah-sekolah yang lain.
"Sekolah-sekolah pinggir aja prestasinya bagus. SMPN 43 walaupun sekolah di pinggiran tapi bisa membuat solar dari sampah plastik. Semua tergantung kreativitas kepala sekolahnya," katanya.
Artinya, kata dia, masyarakat tidak perlu memaksakan untuk masuk ke sekolah-sekolah tertentu, apalagi sampai melakukan sesuatu yang melanggar karena PPDB saat ini sudah diawasi banyak pihak.
"Kalau mau masukkan anaknya (ke sekolah tertentu, red.), lihat dulu. Apakah ada prestasi. Kalau enggak, ya masuk aja (sistem , red.) zonasi. Kalau kebetulan RT-nya melekat dengan satuan pendidikan, ya sudah sekolah di situ saja," katanya.
Bagi yang memiliki piagam, kata dia, bisa melalui jalur prestasi dengan menyertakan bukti kejuaraan yang diikutinya, baik dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, atau nasional.
"Kan ada skornya, tingkat provinsi berapa, kota berapa. Kalau punya piagam tingkat nasional, mau pilih sekolah mana aja bisa," katanya.
Baca Juga: Ini Jadwal PPDB Kota Semarang dari Tingkat SD hingga SMP
Bambang juga mengingatkan masyarakat agar tidak percaya dengan oknum-oknum tertentu yang menjanjikan bisa memasukkan anaknya ke sekolah tertentu.
"Saya sampaikan kepada masyarakat, tidak usah percaya pada oknum. Karena kami melakukan PPDB sudah 'by system'," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti berharap penyelenggaraan PPDB pada tahun ini untuk SD dan SMP negeri bisa berjalan dengan lancar.
"Saya juga harus sampaikan kepada orang tua. Jangan berkecil hati kalau mungkin putra putrinya tidak diterima di sekolah negeri," kata Ita, sapaan akrab Hevearita.
Menurut dia, banyak sekolah swasta yang sudah terfasilitasi bantuan operasional sekolah (BOS) dari Pemerintah Kota Semarang, atau bisa juga beasiswa dari dinas pendidikan.
Terutama bagi masyarakat tidak mampu, kata dia, ada juga program Gerakan Bersama Orang Tua Asuh untuk Pengembangan Hari Masa Depan (Gerbang Harapan) yang memfasilitasi uang saku bagi siswa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Legislator Sebut Andrea Bocelli Bantu Perluas Promosi Budaya Indonesia
-
Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun