Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Rabu, 10 Juli 2024 | 12:49 WIB
Anggota DPR RI Yoyok Sukawi dan Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu atau mbak Ita. [Foto: ANTARA dan Instagram]

"Itu modal yang bagus sekali naikkan elektabilitas," ujarnya.

Ketiga, kata Joko, Yoyok Sukawi punya kontribusi nyata untuk membesarkan nama Kota Semarang dengan PSIS.

"Punya akses banyak di luar dan juga punya sumber daya. Itu kontribusi nyata," katanya.

Dikatakan, dari survei yang dilakukan Lembaga tersebut, responden yang memilih Yoyok Sukawi mayoritas usia produktif.

Baca Juga: Pilkada Kota Semarang: Yoyok Sukawi Ungkap Ada Parpol yang Beri Sinyal Positif

Dangan usia di bawah 50 tahun. Sementara pemilih Mbak Ita pemilihnya di atas 60 tahun.

"Artinya usia produktif ini punya efek. Usia produktif punya relasi ke mana-mana, ini tak nampak tapi bisa membesarkan suara, " ucapnya.

Dikatakan, Pilwalkot masih kurang 4 bulan lagi. Masih cukup waktu bagi Yoyok untuk sosialisasi selama kampanye dengan 2 cara yang tepat.

Pertama, dengan pendekatan demografi bagaimana tren orang Semarang. Kedua, pendekatan sikografi dengan mengenal karakter masyarakat.

Bagaimana kepribadian orang Semarang, seperti menjunjung tinggi kehormatan dan dihargai.

Baca Juga: Trans Semarang Dievaluasi Total, Sanksi Tegas Menanti Operator Nakal

"Yoyok Sukawi punya profil itu. Bicara boso dengan yang lebih tua, dan sopan," jelasnya.

Load More